By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Krisis Air Baku, PDAM Berharap Pada Hujan
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Krisis Air Baku, PDAM Berharap Pada Hujan
PEMKOT TARAKAN

Krisis Air Baku, PDAM Berharap Pada Hujan

Redaksi
Last updated: 22 Juli 2021 17:23
Redaksi
5 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Tidak turunnya hujan menyebabkan terjadinya kekeringan dan menepisnya persediaan air baku di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam Kota Tarakan.

Sehingga dengan kondisi tersebut membuat suplai air kemasyarakat tidak dapat berjalan normal. Saat dikonfirmasi, Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tarakan Iwan Setiawan menjelaskan jika turunnya hujan menyebabkan embung Binalatung Kampung Satu tengah krisis air untuk disalurkan ke masyarakat.

“ketinggian airnya di embung cuma 47 centimeter saja, artinya sangat minim untuk diolah sebelum disalurkan ke rumah-rumah warga.

Dijelaskannya, kondisi tersebut menyebabkan IPA Kampung Bugis 60 liter perdetik sementara stop untuk produksi.

“Embung Kampung Satu sangat minim airnya, mulai hari ini sih laporannya tadi pagi kalau embung yang lain ya aman saja. Satu IPA saja yang kita matikan” Jelasnya, (22/07).

Ia juga menuturkan bahwa terdapat wilayah yang harus merasakan tidak mengalir, mengalir, dengan merata, bahkan ada yang mati total.

“Untuk wilayah yang terdampak itu daerah Kampung Bugis dalam seluruh nya, Kampung Bugis Asrama Polisi, Karang Anyar, Perumnas, Kampung Baru, Karang Balik, Sebengkok dan Gunung Belah”.

Lanjutnya, pihaknya pun tidak dapat memperkirakan waktu yang dapat memulihkan kembali stok air, mengingat persoalan tersebut bergantung kepada alam.

“Soalnya ini kan masuk kemarau kita tidak bisa memperkirakan juga namanya cuaca akan mudahan saja segera turun hujan. Ya untuk masyarakat kita hemat air sementara dulu, sampai kondisinya betul-betul pulih,” Tuntasnya.

Print Friendly, PDF & Email
DPD RI dan Kemenkes Sepakat Hapus Pasal Kontrasepsi Remaja
Belum Kapok Juga, Seorang Residivis Kembali Mencuri
PON XXI 2024; Tim Barongsai Kaltara Mempersembahkan Emas
Soroti Kecelakaan Wahana Wisata, Bentuk tim Evaluasi
Pentingnya Fasilitas Olahraga di Instansi Pemerintah untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kesehatan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Refleksikan Idul Adha, Pemprov Kaltara Berharap Qurban Dapat Tingkatkan Kesolehan Masyarakat
Next Article KSOP Himbau Petugas Agar Membuat Laporan Jika Temukan Surat Antigen dan PCR Palsu
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?