By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Tanggani Pengurangan Bakau, 1.000 Hektare Mangrove Siap Direhabilitasi Pada Tahap Pertama
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Tanggani Pengurangan Bakau, 1.000 Hektare Mangrove Siap Direhabilitasi Pada Tahap Pertama
PEMKOT TARAKAN

Tanggani Pengurangan Bakau, 1.000 Hektare Mangrove Siap Direhabilitasi Pada Tahap Pertama

Redaksi
Last updated: 3 Juni 2021 08:35
Redaksi
5 tahun ago
Share
SHARE

TANJUNG SELOR – Semakin berkurangnya hutan mangrove di berbagai daerah khususnya Kaltara, tentunya menimbulkan ancaman besar bagi ekosistem dan kehidupan manusia. Sehingga hal tersebut tidak dapat dibiarkan begitu saja.

Melihat kondisi tersebut, sehingga membuat pemerintah melalui Badan Restorasi Gambut dan Manggrove (BRGM) mengucurkan dana sebesar Rp 1, 5 triliun untuk merehabilitasi mangrove pada provinsi salah satunya ialah Kaltara.

Saat dikonfirmasi, Kepala BRGM Hartono menerangkan program tersebut dilakukan melalui koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), guna penyiapan pelaksanaan rehabilitasi mangrove

“Kita memerlukan dukungan dari Gubernur Kaltara, instansi terkait, Pemdes, warga di sekitar mangrove maupun para petani tambak untuk percepatan rehabilitasi mangrove ini, sebagai tindaklanjut” ujarnya usai bertemu Gubernur Kaltara, (2/6/2021).

Adapun 9 provinsi yang mengalami pengurangan hutan Lindung diantaranya Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Bangkabelitung, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua Barat dan Papua. Menurutnya, dukungan dari implementasi kelanjutan program itu guna menginventarisir data lapangan yang bersumber dari pihak terkait termasuk masyarakat petambak di Bumi Benuanta.

“Termasuk bagaimana cara pendekatannya dengan masyarakat, terutama masyarakat petambak yang perlu lebih hati-hati dibandingkan mangrove rusak karena abrasi,” katanya

“Tapi kalau mangrove dibuka karena rusak untuk menjadikan lokasi pertambakan, maka perlu ada diskusi dalam menyamakan pikiran bahwa mangrove bisa meningkatkan kualitas hasil tambak,” tambah Hartono.

Sebab, apabila rehabilitasi mangrove ini bisa dilakukan di lokasi pertambakan dapat menjadikan ikan maupun udang menjadi lebih organik.

“Pastinya para konsumen di luar negeri juga senang dari hasil tambak yang dikembangkan di lahan bermangrove,” katanya

Adapun teknis terhadap percepatan rehabilitasi tersebut tak merubah bentuk lokasi tambak.

Akan tetapi, di antara tambak-tambak terdapat tanaman mangrove yang bisa memberikan ruang perlindungan terhadap keberlangsungan hidup ikan serta udang yang dibudidayakan oleh para petani tambak.

“Diperkirakan program ini akan dimulai bulan depan dengan melakukan penanaman di salah satu daerah pertambakan di Kaltara. Untuk tahap pertama kita lakukan seluas 1000 hektare. Rincinya, satu hektare ada 3 333 bibit mangrove,” pungkas Hartono.

Untuk diketahui, pada akhir tahun 2020, presiden sebelumnya telah menetapkan 600.000 hektare ekosistem mangrove terdegradasi yang akan dilakukan rehabilitasi secara terpadu.

Oleh sebab itu, pelaksanaan rehabilitasi mangrove pun dilakukan sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi nasional.

Print Friendly, PDF & Email
Banyak Yang Pensiun, Setiap Tahunnya Rata-rata ASN Pemkot Tarakan Capai 80 Orang
Sambangi Kerajinan Batik Khas Tarakan, Berharap Batik Lokal Semakin Berkembang
Terus Lakukan Percepatan Vaksinasi, Capaian Vaksin Kaltara masih 32 Persen
Aspirasi Tidak Terealisasi, Buruh sebut Penetapan Kenaikan Tidak Manusiawi
Akhirnya Diresmikan SPPBE dan SPBE, Diharapkan Menjadi Solusi Kelangkaan Elpiji
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Lantik Bupati dan Wakil Bupati Nunukan, Begini Pesan Gubernur Kaltara
Next Article Beri Waktu Panjang, PPDB Diharapkan Dapat Dimaksimalkan
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?