By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Layanan darurat 112 masih Dijadikan Candaan
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Layanan darurat 112 masih Dijadikan Candaan
PEMERINTAHANPEMKOT TARAKAN

Layanan darurat 112 masih Dijadikan Candaan

Redaksi
Last updated: 18 Februari 2021 19:04
Redaksi
5 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Layanan 112 yang diresmikan 2 tahun lalu telah bermanfaat banyak bagi masyarakat untuk bantuan keadaan darurat. Sehingga layanan tersebut masih jadi andalan masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi dan informasi (Diskominfo) Kota Tarakan, Tarmiji menjelaskan, sampai saat ini masih banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan tersebut.

“Sampai saat ini layanan 112 masih berjalan. Jumlah yang menelpon masih tetap ada, sekitar 5 sampai 7 penelpon tiap hari. Dari yang meminta ambulan, pemadam dan juga Satpol PP,” ungkapnya, (18/2).

Lanjutnya, layanan 112 merupakan layanan bersifat kedaruratan, sedangkan layanan qlue merupakan layanan untuk mencurahkan keluhan dan aspirasi kepada pemerintah.

“Perbedaan layanan 112 dan Qlue ini untuk layanan 112 ini bersifat kedaruratan misalnya Kebakaran, orang meninggal, bencana alam, sedangkan Qlue layanan laporan keluhan masyarakat yang membutuhkan perbaikan, misaln dalam hal layanan atau perbaikan, masalah lingkungan atau perbaikan infrastruktur,” sambungnya.

Namun, tidak jarang layanan darurat tersebut disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mencari hiburan semata. Dikatakannya, sekitar 4 dari 10 yang menelpon merupakan oknum dari yang tidak bertanggung jawab.

“memang sangat disayangkan masih banyak yang yang suka menggunakan layanan ini untuk candaan. Seperti menelpon menggoda operator, ada yang diangkat langsung dimatikan, ada juga yang menelpon mendengarkan suara desahan,” bebernya.

Ia pun berharap, semoga kedepannya masyarakat dapat lebih cerdas dalam memanfaatkan sesuatu.

“Kami berharap kepada masyarakat tidak menjadikan layanan ini sebagai candaan, khawatirnya saat dia menelpon, ada orang lain yang juga menelpon benar-benar membutuhkan bantuan. Sehingga orang yang benar-benar meminta bantuan ini tidak dapat tersambung ke kami,” paparnya.

 

Print Friendly, PDF & Email
Terbukti Bersalah, Dua Advokat Dipidanakan
Duga Adanya Kecurangan, Salah Satu Peserta Seleksi KPU Pertanyakan Integritas Timsel KPU
Serahkan Bantuan Kepada Tokoh Agama, Wagub Ingatkan Warga Tetap Menjaga Prokes
Gubernur Zainal Optimis Capai Target Imunisasi
Jelang Debat Pertama, Paslon SULTON Nyatakan Siap Tampil
TAGGED:layananpemerintahTarakan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Imbas Kebijakan Pemerintah Arab Saudi, Biaya Umroh dan Haji 2022 Naik
Next Article Pidato Pertama Gubernur Kaltara “wajib batik hingga HUT kaltara”
8 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?