By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Himbau Masyarakat Gunakan Air Seefektif Mungkin
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Himbau Masyarakat Gunakan Air Seefektif Mungkin
PEMKOT TARAKAN

Himbau Masyarakat Gunakan Air Seefektif Mungkin

Redaksi
Last updated: 1 September 2023 01:16
Redaksi
3 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Air merupakan unsur yang vital dalam kehidupan. Seseorang tidak dapat hidup tanpa air, karena air merupakan kebutuhan utama hidup manusia. Seiring dengan lajunya pertumbuhan penduduk diperkotaan, ketersediaan air bersih juga harus tercukupi.

Di Kota Tarakan misalnya, ketersedian air bersih yang dikelolah PDAM Tirta Alam yang didapat dari lima embung harus memenuhi kebutuhan ketersedian air bersih warga kota Tarakan yang mencapai 270 ribu penduduk.

“Memang sekarang memiliki lima embung, idealnya Tarakan itu memiliki sepuluh embung kalau kita baca analisanya di BWS (Balai Wilayah Sungai) sesuai dengan pertambahan jumlah penduduk di kota Tarakan,” Jelas Direktur PDAM Tirta Alam Tarakan, Iwan Setiawan beberapa waktu lalu di RRI Tarakan.

“Maksimal Tarakan hanya mampu menampung 500 ribu penduduk, dan minimal dibutuhkan sepuluh embung. Sekarang 270 ribu penduduk kita memiliki lima embung. Memang kondisi cadangan air kita untuk saat ini dengan curah hujan yang cukup baik kalau menurut yang saya baca di BMKG kota Tarakan, dari 365 hari kita 270 hari itu hujan, artinya setiap dua hari bahkan setiap hari hujan,” sambungnya.

Selain itu, berkaca pada tahun sebelumnya kota Tarakan sempat mengalami kemarau panjang sehingga menjadi suatu hal yang mempengaruhi kinerja PDAM Tarakan.

“Tapi yang jadi masalah kalau Tarakan ini seperti kejadian beberapa tahun lalu kejadian kemarau panjang itu embungnya kering, itu sampai satu bulan tidak hujan, karena cadangan air kita hanya sampai di dua puluh delapan hari,” kata dia.

Lebih lanjut, Semakin meningkatnya populasi, semakin besar pula kebutuhan akan air bersih. Sehingga penggunaan lahan yang tidak memperhatikan konservasi tanah dan air juga merupakan permasalahan.

“Terjadi juga debit air yang menurun dibeberapa embung, contoh di Rawasari, dulu sebelum dibangun embung itu datanya hanya 120 liter perdetik, sekarang faktanya hanya tinggal 65 liter perdetik. Nah itu juga sesuatu sinyal yang bahaya untuk ketersedian air. Karena di hulu sungai di Rawasari itu banyak dibangun perumahan,”

“Sama seperti di embung Bengawan, di daerah tangkapan airnya itu juga banyak dibangun perumahan. Justru yang bagus itu ada di embung indulung yang baru, itu langsung dari hutan lindungnya tarakan itu ada 200 liter perdetik, artinya cadangan airnya terjaga,” jelasnya.

Kendati demikian, ia mengajak masyarakat agar yang bisa dilakukan untuk mengatasi krisis air adalah dengan cara menghemat penggunaan air dan tidak melakukan pemborosan dan menjaga lingkungan. Serta merencanakan inovasi terbaru untuk ketersedian air bersih diwaktu mendatang.

“Memang bahwa betul kita juga harus menjaga, kalau kita tidak menjaga bisa menjadi bahaya, di hutan lindung di daerah Gunung Selatan misalnya sekarang banyak sudah kebun kebun, nah maka harus ada kesadaran masyarakat juga hutan hutan kita. Tarakan ini memang sekarang aman, seiring dengan pertambahan penduduk, kalau ini tidak direncanakan dari sekarang secara komprehensif itu bahaya, 10 atau 20 tahun mendatang pasti kita mengalami krisis air, kalau kita tidak rencanakan dari sekarang, untuk kita wariskan keanak cucu kita diwaktu yang akan datang,” tutup

Print Friendly, PDF & Email
Kemenag Minta Jemaat Saksi Yehova Tidak Meresahkan Masyarakat
Pentingnya Pendidikan Bagi Anak, Begini Tanggapan DP3AP2BK
Yansen TP Apresiasi Semangat Muda Pengurus KORMI Bulungan
Diduga Bocor, Razia Sabung Ayam Nihil Tangkapan
Kumuh, UPT Rusunawa Akui Tidak Ada Biaya Operasional Perawatan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Perkenalkan Produk Lokal ke Tokoh Nasional
Next Article Pemprov Kaltara Raih Penghargaan Indonesia Awards 2023 untuk Inovasi “Si Payung Emak KU”
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?