By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Bersama Istri dan Staf, Gubernur Bedah Rumah Nenek Zaharah hingga Malam
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Bersama Istri dan Staf, Gubernur Bedah Rumah Nenek Zaharah hingga Malam
PEMKOT TARAKAN

Bersama Istri dan Staf, Gubernur Bedah Rumah Nenek Zaharah hingga Malam

Redaksi
Last updated: 9 Agustus 2021 17:39
Redaksi
5 tahun ago
Share
SHARE

TANJUNG SELOR – Nenek Zaharah (70) seorang wanita paruh baya yang hidup sebatang kara di sebuah gubuk berukuran 2×2 meter menyita perhatian Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Drs H. Zainal A. Paliwang, SH, M.Hum.

Bersama istri Hj. Rachmawati Zainal dan seorang cucu serta sejumlah staf termasuk ajudan yang bermukim di rumah jabatan di Jalan Enggang Tanjung Selor, Gubernur mengunjungi kediaman nenek Zaharah, begitu sapaan akrabnya, yang tinggal di RT 05 Jalan Trans Kaltim Kecamatan Tanjung Palas Hulu, Kabupaten Bulungan, Ahad (8/8/2021).

Rumah yang ditempati nenek Zaharah terbuat dari seng bekas sejak belasan tahun silam. Atap rumahnya pun sudah mulai berlubang dan dinding rumahnya pun sebagian besar hanya tambalan seng bekas dan kain. Sehingga jika hujan turun, gubuk itu basah kuyup termasuk penghuninya.

Mendengar serta melihat langsung kondisi yang memprihatinkan itu, Gubernur bersama rombongan bergerak untuk membedah gubuk tua yang tidak dialiri listrik PLN itu.

“Seluruh tenaga yang ada di rumah jabatan kami kerahkan untuk membantu membongkar dan membedah tempat tinggal ibu Zaharah, agar dia bisa tinggal di tempat yang layak huni,” kata Gubernur.

Pengerjaan bedah rumah yang tak dilengkapi toilet itu mulai dilakukan sekitar pukul 13.00 hingga 20.00 Wita. Rencananya, pengerjaan rumah nenek Zaharah akan dilanjutkan hari ini.

“Kalau ada yang melihat tempat yang tidak layak dihuni oleh warga Kaltara, tolonglah diinformasikan ke kami. Karena saya tidak mau mendengar dan melihat ada warga saya yang tinggal di tempat yang tak layak huni seperti ini,” pinta Gubernur.

Ketika rumah itu hendak dibedah, nenek Zaharah dibopong oleh Gubernur ke rumah tetangga untuk sementara waktu hingga rumahnya selesai dikerjakan.

Di sisi lain, nenek Zaharah tak jarang harus menahan lapar ketika stok berasnya habis. “Suami saya sudah lama meninggal. Dulunya rumah saya ada tapi terbakar,” katanya berbahasa Bulungan.

Setelah itu dirinya memutuskan tinggal sendiri di gubuk tersebut. Untuk memenuhi kebutuhannya, si nenek Zaharah harus mencari sayuran yang tumbuh di antara semak belukar.

Untuk kebutuhan sehari-harinya seperti air mandi harus menggunakan air parit yang keruh. Parit ini pun merupakan tempat buang air besar maupun kecil.

Nenek Zaharah mengaku berasal dari Desa Mara Satu Kecamatan Tanjung Palas Barat. Bahkan sang nenek juga tidak memiliki identitas berupa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Jadi untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah susah,” ujar salah satu tetangga nenek Zaharah seraya mengatakan rumah si nenek sering dimasukin ular hitam. “Tadi sebelum rombongan ke sini, ada ular hitam di atap rumahnya si nenek,” kata ibu berhijab ini.

Kondisi si nenek juga tidak bisa berjalan jauh. Dikarenakan kaki mengalami sakit hingga berjalan harus menggunakan tongkat kayu. (adpim)

Print Friendly, PDF & Email
Aman kan Ribuan Kemasan Kosmetik Ilegal, BPOM Akan Terus Lakukan Razia Rutin
Diangkat Menjadi Warga Dayak Kaltara, Zainal Paliwang Berjanji Berikan Yang Terbaik
Lakukan Vaksinasi Tahap II, DPR-RI Berharap Terus Upayakan Alokasi Vaksin ke Kaltara
satuan samapta polres tarakan tingkatkan patroli dialogis
Masyarakat Mulai Lelah, Satpol PP Tegaskan Selalu Melakukan Sosialisasi Persuasif
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article 3000 Rumah Di Tarakan Akan Terima Set Top Box
Next Article PMI Tegaskan, Harga Plasma Konvalesen Dari Luar Capai Jutaan Rupiah
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?