By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Masih Sulit, Pembelian Minyak Goreng Masih Dibatasi
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Masih Sulit, Pembelian Minyak Goreng Masih Dibatasi
KALTARAPEMERINTAHAN

Masih Sulit, Pembelian Minyak Goreng Masih Dibatasi

Redaksi
Last updated: 28 Januari 2022 22:56
Redaksi
4 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Sejak terjadinya kelangkaan minyak goreng yang membuat harga melambung tinggi, kini kondisi tersebut terus berlanjut dan saat ini pemerintah masih membatasi penjualannya.

Saat dikongirmasi, salah satu pedagang di Pasar Gusher, Abdul Wahid menerangkan ia dan pedagang sembako lainnya mengeluhkan kebijakan pemerintah yang menetapkan harga minyak goreng satu harga Rp14 ribu per liter. Pedagang yang tidak tergabung ke dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) tetap menggunakan harga lama.

“Harganya masih tinggi, soalnya stoknya masih stok lama. Kita jual masih satu liter 19.000 jenis Fortune,”ungkapnya, (29/1/2022).

Diketahui, harga minyak goreng Alfamidi dan Ramayana mengikuti standar harga pemerintah. Sehingga atas perbedaan itu membuat minyak goreng yang dijual di pasar sulit terjual.

“Untung kami sekitar seribu rupiah satu kemasan. Dari distributor kan sudah tinggi, 2 liter Rp. 40 ribuan, terus kalau harga Rp 19 ribu untung cuma seribu,” tukasnya.

Saat disinggung soal rencana pemerintah akan menyelaraskan satu harga untuk pedagang minyak di pasaran, Wahid dengan tegas mengatakan dirinya mau jika tidak terjadi kerugian pada pedagang.

“Bisa saja kita ngikuti, asal kita dibayar, kalau tidak kita rugi besar. Karena selisihnya Rp 10 ribu sama yang di Alfamidi dan Ramayana,” tegasnya.

“Kalau kita sih maunya turun, soalnya hampir semua barang naik harganya. Selain itu pembeli berkurang sih, karena ada yang lebih murah tapi di Ramayana sama Alfamidi kan belinya dibatasi,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Masuk Ke Rumah, Dua Ekor Ular Diamankan Petugas Animal Rescue PMK Tarakan
Gubernur Zainal Maknai Upacara Hari Bhakti Imigrasi ke-72 di Perbatasan Negara
Mako Polres Tarakan Wajibkan Pengunjung Tunjukan Aplikasi Pedulilindungi
Ringankan Beban Korban Kebakaran, Polda Kaltara Salurkan Bantuan
Kaltara berhasil masuk lima besar Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN) 2022
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Belum Memenuhi Kuorum, Pendaftaran JPT Pratama Kaltara Diperpanjang
Next Article Donald Trump Is Sworn In as President, Capping His Swift Ascent
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?