By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Dorong Izin Impor Bagi Pelaku Usaha
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Dorong Izin Impor Bagi Pelaku Usaha
ADVETORIALKALTARAPEMERINTAHAN

Dorong Izin Impor Bagi Pelaku Usaha

Redaksi
Last updated: 24 Mei 2022 20:17
Redaksi
4 tahun ago
Share
SHARE

TANJUNG SELOR – Kepemilikan izin importir menjadi perhatian pemerintah saat ini. Sebab, masih banyak pelaku usaha pengiriman barang dari negara tetangga yang tidak memiliki izin.
Gubernur Kaltara, Drs H Zainal A Paliwang SH, M.Hum meminta agar Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kaltara agar berupaya mendorong kepemilikan izin bagi pelaku usaha. Utamanya soal izin usaha, serta izin edar.

“Saya minta agar Disperindagkop dapat melakukan pengawasan. Kita ingin kewajiban mereka soal izin dan penjualan barang dapat terpenuhi. Oleh karena itu, pemerintah memperkuat fungsi pembinaan dan pendampingan,” kata Gubernur.

Gubernur mengungkapkan, pengurusan ijin impor di dalam negeri tidaklah sulit. Bisa dilakukan via online. Khusus soal izin impor, ia mengungkapkan persoalan yang muncul lebih karena izin dari produsen asal di Malaysia. Mereka memiliki kriteria yang harus dipenuhi.

“Susahnya itu dari tempat pelaku usaha di Malaysia. Mereka ada ketentuan impor-nya. Itu yang agak susah dipenuhi pelaku usaha di sini,” jelasnya.

Selain itu, Gubernur juga meminta agar Disperindagkop-UKM juga melakukan pembinaan kepada pelaku usaha. Khususnya mengenai kepemilikan izin usaha dan izin edar barang kategori impor. Mengingat mayoritas barang yang dikategorikan ilegal ini berasal dari Malaysia tanpa skema resmi perdagangan luar negeri.

Ia mengaku, jika pengawasan yang berulang setiap tahun tidak membuat para pedagang jera. Dimana masih selalu ditemui adanya penjualan. Baik secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi.

“Kalau dari kita sifatnya unit pelaksana teknis, hanya melaksanakan amanah dari undang-undang. Memang ke depan perlu ada kajian lebih lanjut. Antara pemerintah daerah dan pusat perlu duduk bersama menangani pangan ini,” ujarnya.

Kuantitas produk Malaysia yang beredar ilegal sangat marak di Kaltara. Tidak kunjung tercapainya kedisiplinan di lapangan disebut karena terhambat banyak tantangan. Seperti salah satunya jumlah petugas di wilayah perbatasan yang masih kurang.

Di samping itu, sarana transportasi logistik yang membawa produk dalam negeri belum bisa menjangkau seluruh wilayah Kaltara. Hal ini secara otomatis membuka peluang ekonomi masuknya produk asal Malaysia.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, menunjukkan impor non migas Provinsi Kalimantan Utara pada Maret 2022 mencapai US$ 7,57 juta. Jika dibandingkan dengan Februari 2022, impor non migas pada bulan Maret 2022 mengalami penurunan sebesar 43,87 persen.

Secara kumulatif nilai impor non migas Januari-Maret 2022 tercatat sebesar US$ 32,57 juta, mengalami peningkatan sebesar 60,23 persen dibanding periode yang sama di tahun 2021. (

Print Friendly, PDF & Email
Setelah Resmi Keluar Dari Golkar, Effendhi Djuprianto Perkenalkan Diri Sebagai Kader Baru PKS
Pemprov Kaltara Beri Pembekalan Perpajakan Bagi Pelaku Usaha
Mulai Diterapkan, Pencatatan Nopol Pastikan Penyaluran BBM Subsidi Tepat Sasaran
GMKI Desak BNN Tindaklanjut Isu Bandar Narkoba Nyaleg
Sepakat Bentuk Borneo Economic Community Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Pulau Kalimantan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Kecam Pengibaran Bendera LGBT di Kadubes Inggris, Begini Tanggapan Senator Kaltara
Next Article Ukur Efektivitas Pembangunan, Pemprov Kaltara Gelar Diseminasi Kajian Fiskal
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?