Nunukan — Pemerintah Kabupaten Nunukan menggelar Forum Group Discussion (FGD) Ekspedisi Patriot sebagai langkah evaluasi dan penyusunan rekomendasi pengembangan kawasan transmigrasi di Kecamatan Seimanggaris. Acara yang berlangsung di Lantai 4 Kantor Bupati Nunukan ini dibuka secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Juni Mardiansyah, AP
Asisten Ekbang Juni, menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini memiliki arti penting dalam merumuskan arah pembangunan di empat desa transmigrasi yakni Srinanti, Tabur Lestari, Samaenre Semaja, dan Sekaduyan Taka. Pembahasan forum kali ini menyoroti berbagai aspek, mulai dari kondisi fisik-lingkungan, sosial-budaya dan kelembagaan, hingga ekonomi serta infrastruktur.
“Sei Menggaris merupakan kawasan strategis yang berperan sebagai pintu gerbang perbatasan negara sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru. Melalui FGD ini, kita ingin memastikan pembangunan berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat dan arah kebijakan daerah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dalam dokumen RTRW 2024–2043 dan RPJMD Kabupaten Nunukan, Sei Menggaris telah ditetapkan sebagai sentra pengembangan transmigrasi dan agroindustri. Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat infrastruktur dasar, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta meningkatkan kapasitas kelembagaan desa agar pembangunan di kawasan ini lebih berkelanjutan.
Juni juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. “Sinergi antar instansi adalah kunci agar hasil FGD tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar bisa diwujudkan dalam bentuk kebijakan dan program nyata,” ujarnya.
secara resmi Asisten Ekbang membuka kegiatan FGD Ekspedisi Patriot. Ia berharap, hasil dari forum ini dapat menjadi masukan strategis dalam memperkuat peran Seimanggaris sebagai model pengembangan kawasan perbatasan yang tangguh dan berdaya saing. (*)



