By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Tegas Terhadap TPPO, Wamen BP2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla: Kejar Hingga ke akar-akarnya, Zero Toleransi!
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Tegas Terhadap TPPO, Wamen BP2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla: Kejar Hingga ke akar-akarnya, Zero Toleransi!
PARLEMENTER

Tegas Terhadap TPPO, Wamen BP2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla: Kejar Hingga ke akar-akarnya, Zero Toleransi!

Redaksi
Last updated: 13 Desember 2024 21:30
Redaksi
2 tahun ago
Share
SHARE

BorneoNewsJournalist.co.id, JAKARTA – Maraknya pengungkapan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) di Provinsi Kalimantan Utara menjadi perhatian serius pemerintah.

Dalam kurun waktu sebulan, sejak 22 Oktober hingga 22 November 2024, setidaknya terdapat 20 kasus TPPO yang berhasil diungkap. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk terus memperkuat upaya pencegahan dan penegakan hukum agar PMI Indonesia tidak lagi menjadi korban.

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.Ikom, menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengejar para pelaku TPPO hingga ke akar-akarnya.

“Kami akan kejar sampai ke akar-akarnya. Presiden telah memberikan perintah zero toleransi terhadap praktik perdagangan orang, karena ini merupakan kejahatan yang merugikan negara,” tegas Dzulfikar, Jum’at (13/12/24).

Kalimantan Utara (Kaltara), yang berbatasan langsung dengan Malaysia, menjadi salah satu wilayah yang menjadi perhatian. Selain rawannya jalur penyelundupan barang terlarang seperti narkoba, Kaltara juga sering menjadi jalur perdagangan orang secara ilegal. Kondisi ini semakin memperburuk situasi yang telah mengkhawatirkan pemerintah.

“Kaltara merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan negara jiran, Malaysia. Tidak menutup kemungkinan ada kegiatan ilegal seperti perdagangan orang yang bisa terjadi kapan saja. Oleh karena itu, masalah ini menjadi perhatian serius pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran,” ujar Dzulfikar, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.

Dalam kesempatan tersebut, Dzulfikar juga mengingatkan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap jalur-jalur perlintasan di daerah perbatasan, terutama di Kalimantan Utara, yang menjadi titik rawan terjadinya perdagangan manusia. Pemerintah akan terus memperkuat koordinasi antar instansi terkait untuk melakukan pencegahan dan penindakan terhadap pelaku TPPO, serta memastikan para korban dapat memperoleh perlindungan dan bantuan yang mereka butuhkan.

“Kami tidak akan berhenti sampai perdagangan orang ini benar-benar teratasi, karena ini adalah komitmen negara untuk melindungi warganya,” pungkas Dzulfikar.

Pemerintah berkomitmen untuk terus mengoptimalkan langkah-langkah pencegahan dan penegakan hukum terkait perdagangan orang, guna melindungi warga negara Indonesia, khususnya pekerja migran, dari praktik kejahatan yang dapat merugikan

Print Friendly, PDF & Email
Support Tim Indonesia di Final Thomas Cup, Senator Hasan Basri Gelar Nobar
Kembali Terpilih Nahkodai Komite III DPD-RI, Ini Yang Disampaikan Hasan Basri
Audiensi dengan Kemendag, Komite III DPD-RI sampaikan Anjloknya Harga Udang Windu
Perlu Perhatian, DPD-RI Soroti Pelestarian Cagar Budaya
Sampaikan Kurangnya Fasilitas Infrastruktur Penunjang, Komite III DPD-RI Dukung Peningkatan Anggaran Kemenparekraf
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Hasan Basri Desak Pemerintah Prioritaskan Pemekaran Daerah di Kaltara Menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB)
Next Article Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional KKT Ajak Masyarakat Jaga Persatuan Dan Kesatuan Pasca Pilkada 2024
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?