By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Walikota Sebut Penyaluran Vaksin Baru 10 Persen
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Walikota Sebut Penyaluran Vaksin Baru 10 Persen
PEMKOT TARAKAN

Walikota Sebut Penyaluran Vaksin Baru 10 Persen

Redaksi
Last updated: 21 Juli 2021 17:37
Redaksi
5 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Meski telah berjalan beberapa bulan, namun penyaluran vaksin dianggap masih belum merata. Hingga saat ini, masih banyak Lembaga yang belum mendapatkan vaksinasi. Salah satunya yang dirasakan Lapas Kelas II Tarakan. Hal itu diungkapkan walikota Tarakan dr. Khairul, M. Kes.

Saat dikonfirmasi, ia menerangkan jika saat ini pemerintah masih menunggu stok vaksin dari pusat. Sehingga pihaknya baru dapat melanjutkan vaksin ke berbagai instansi jika stok telah tiba.

“Masih menunggu stok vaksin, bukan hanya Lapas sebagian instansi pendidikan seperti Universitas Borneo Tarakan (UBT) juga belum divaksin,”ujarnya, (21/7).

Selain itu, dijelaskannya bahwa saat ini ia tengah mengupayakan skala prioritas yaitu Tenaga Kesehatan dan Pendidik.

“Kita kan ada skala prioritas, kalau dulu nakes, lansia dan pelaku ekonomi, kita memang ada sasaran. Setelah ditetapkan mereka mendaftar, ada juga untuk masyarakat umum dan kalau vaksin nya banyak siapa aja bisa,”terangnya.

Lanjutnya, ia menuturkan sejauh ini pihaknya belum memiliki target penyelesaian untuk sasaran vaksinasi. Hal.tersebut disebabkan saat ini vaksin yang dimipki masih cukup terbatas.

“Kalau vaksin terbatas gak bisa karena hanya menunggu dropping dari pusat, kalau tidak ada kita harus menunggu. Baru bisa kita ngejar kalau ada”pungkasnya. (*/zac).

Print Friendly, PDF & Email
Kesepakatan UMK 2023, Sentuh Nominal 4 Jutaan
Telantarkan Hewan Peliharaan, Seorang Warga Divonis Tipiring
Dihalangi Kelompok Mengatasnamakan Masyarakat, Proses Sita Eksekusi PN Tarakan Tertunda
KKL Luwu Kota Tarakan Lakukan Penggalangan Dana Untuk Korban Tanah Longsor dan Banjir Bandang
Mulai Langka, Upaya Pelestarian Anggrek Dinilai Sangat Positif
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Over kapasitas Lapas Kelas II A Tarakan Dapatkan Lahan Hibah
Next Article Refleksikan Idul Adha, Pemprov Kaltara Berharap Qurban Dapat Tingkatkan Kesolehan Masyarakat
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?