By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Vaksinasi Lansia Belum Menyentuh 50 Persen
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Vaksinasi Lansia Belum Menyentuh 50 Persen
KESEHATANPEMKOT TARAKAN

Vaksinasi Lansia Belum Menyentuh 50 Persen

Redaksi
Last updated: 5 Desember 2021 23:36
Redaksi
4 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Meski serbuan Vaksin semakin masif dilakukan setiap harinya, namun vaksinasi lansia hingga saat ini belum menyentuh presentase 50 persen.

Saat dikonfirmasi, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalimantan Utara (Kaltara), dr. Franky Sientoro, Sp.A. menerangkan kendati begitu Kota Tarakan telah mencapai Herd Immunity.

“Vaksinasi di Tarakan sudah mencapai 80 persen untuk umum, tapi lansia masih di bawah 50 persen masih kecil sekali,” ujarnya,(5/12/2021).

Menurutnya, lansia tergolong ke dalam kategori rentan terserang Covid 19 beserta variannya. Sehingga, berdasarkan pengakuan lansia, mereka cenderung takut disuntik karena efek Kejadian Ikutan Pasca Imununisasi (KIPI).

“Sasaran yang paling berbahaya lansia, padahal suntik vaksin tidak ada efeknya, Kipi yang ada bukan karena vaksin tapi karena ketakutan itu,” tegas dia.

Diketahui, Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) telah menyiapkan vaksin setiap harinya untuk lansia dan masyarakat umum. Menurutnya, vaksin yang ideal untuk lansia dan masyarakat umum. Menurutnya, vaksin yang ideal untuk lansia ialah Sinovac dan Pfizer.

“Lansia itu Sinovac dan Pfizer, itu ideal, efeknya dari dulu kan kita sinovac tidak ada Kipi juga. RSUD selalu sediakan vaksin lansia, anak-anak, ada remaja juga,” imbuh Franky.

Sementara itu, Walikota Tarakan, dr. Khairul, M. Kes menjelaskan untuk menutupi kekurangan presentasi yakni sisa 20 persen lagi, pihaknya akan berupaya melakukan vaksinasi jemput bola atau door to door.

“Strategi berikutnya door to door, vaksinasi massal sudah mulai berkurang kan,” ucapnya.

Sebelum melakukan itu, masyarakat harus diidentifikasi ulang melalui unit Rukun Tetangga (RT) untuk dipetakan ulang.

“Tentu akan beda dengan dulu, nanti harus diidentifikasi ulang oleh Pak RT, Camat, Lurah nanti berkoordinasi lagi dengan stakeholder untuk menutupi sisa 20 persenan itu,” tutupnya.

Print Friendly, PDF & Email
Meriahkan Malam Takbiran, PJ Walikota Lepas Konvoi Mobil
Mengenal Komunitas Literasi Jalanan, Tetap Eksis Di Tengah Keterbatasan
Masih Berproses, Pertimbangan UMK Mengacu Pada PP 36 dan Indikator Lainnya
Ini Dia Daerah Menjadi Titik Rawan Longsor
Bawaslu Kaltara & Mafindo Gelar Sekolah Kebangsaan Kepada Mahasiswa dan Pelajar di Tarakan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Musik Alam Fest 2K21, Gubernur Puji Kreativitas Anak Muda Kaltara
Next Article Over Kapasitas, Lapas Kelas IIA Tarakan Pindahkan Napi
60 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?