By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: TPA Hake Babu Sudah Terlalu Lama Over Kapasitas, Pemkot Upayakan Pembebasan Lahan TPA Baru
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » TPA Hake Babu Sudah Terlalu Lama Over Kapasitas, Pemkot Upayakan Pembebasan Lahan TPA Baru
PEMKOT TARAKAN

TPA Hake Babu Sudah Terlalu Lama Over Kapasitas, Pemkot Upayakan Pembebasan Lahan TPA Baru

Redaksi
Last updated: 11 Desember 2021 20:06
Redaksi
5 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Sejak dinyatakan Overload beberapa tahun lalu, kini nasib Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Hake Babu semakin kritis. Pasalnya hingga saat ini volume sampah semakin meningkat karena semakin bertambahnya produksi sampah setiap tahunnya.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan, Dedy Dampudy mengakui jika kondisi TPA Hake Babu semakin mengkhawatirkan. Oleh sebab itu, ia membeberkan jika Pemkot Tarakan telah menganggarkan Rp14,5 miliar dari APBD 2022 untuk pembebasan lahan pembangunan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah di Kecamatan Tarakan Utara).

“Saat ini pemerintah sedang berupaya mencari solusi dari overloadnya TPA Hake Babu. Jadi pembahasan lahan dengan luas 28 hektare di Juata ini jadi solusi TPA Hake Babu yang over kapasitas,”tuturnya, (11/12/2021).

Dibeberkannya, upaya pemindahan TPA sudah dilakukan sejak era H Udin Hianggio dan Suhardjo Trianto, namun hingga saat ini belum dapat terealisasi. Oleh sebab itu, kata dia saat ini terus berupaya melakukan pembebasan lahan.

“Dulu kita sudah selesaikan seluas 22 hektare, tetapi anggaran yang digunakan saya tidak tahu karena kewenangan Bagian Tapem (Tata Pemerintahan). Sedangkan di tahun 2022 kita anggarkan Rp14,5 miliar, sehingga total seluas 50 hektare,” ucapnga.

Ia mengulas, direncanakan 2022 mendatang akan dilakukan feasibility study maupun DED (Detail Engineering Design), sehingga di tahun 2023 pembangunan TPA sudah dapat dilaksanakan.

“Rencananya pembangunan akan menggunakan sistem sanitary landfill atau pengelolaan sampah dengan cara membuang dan menumpuk di lokasi cekung, memadatkannya, kemudian menimbun dengan tanah. Pembangunan TPA berlangsung lama karena anggaran sulit didapat, jadi dalam pelaksananya melibatkan APBN maupun APBD provinsi,”tuntasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Kapal Asing Yang Tertangkap, Akan Dihibahkan Kepada Nelayan Lokal?
Sebuah Ruko di Amal Dilahap Si Jago Merah
Injakan Kaki di Kaltara, presiden PKS disambut tradisi Tepung Tawar
Sambut Idul Adha, Pemprov Kaltara Bagikan 58 Ekor Hewan Kurban
Jadi Langganan Banjir, Warga Graha Nawacita Minta Tanggung Jawab Pengembang
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Lakukan Operasi Lilin, Mapolres Tarakan Turunkan 440 Personil
Next Article Genjot Sumber Daya Lokal, Kaltara Bersaing Di Sektor Ekspor
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?