By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Tidak Sarankan Anak Menjalani PTM Sebelum Vaksinasi
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Tidak Sarankan Anak Menjalani PTM Sebelum Vaksinasi
KESEHATANPEMKOT TARAKAN

Tidak Sarankan Anak Menjalani PTM Sebelum Vaksinasi

Redaksi
Last updated: 24 Oktober 2021 00:38
Redaksi
4 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Hingga saat ini pemerintah terus melakukan percepatan vaksinasi di berbagau daerah. Hal itu guna mengejar target hingga 70 persen masyarakat hingga akhir tahun. Selain itu, pelaksanaan tatap muka (PTM) di sejumlah daerah telah dilakukan.

Saat dikonfirmasi, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltara sekaligus Dirut Rsud Kaltara dr Franksi Sientoro S.pA, menerangkan, percepatan vaksinasi pada anak dinilai sebagai persiapan pemerintah dalam melaksanakan PTM.

“untuk siswa yang belum divaksin tentu tidak aman melaksanakan PTM. Oleh karena itu kan kita gencar melakukan vaksin untuk mengejar vaksinasi kepada seluruh anak,”ujarnya, (24/10/2021).

“Kami dari IDI tentu tidak menyarankan siswa melaksanakan PTM sebelum divaksin,”sambungnya.

Dibeberkannya, guna mendukung upaya tersebut RSUD Kaltara dalam waktu dekat kembali melakukan vaksinasi kepada anak dengan target 1000 dosis perhari yang akan dilaksanakan selama 2 hari. Diharapkan pelaksanaan tersebut memberi dampak besar kepada sejumlah anak di Kota Tarakan.

“Oleh karena itu kami melakukan vaksinasi kepada anak untuk membantu mempercepat pelaksanaan vaksin pada anak ini. Kami (RSUD Kaltara) menargetkan 1000 anak untuk divaksin perhari,”tukasnya.

Sebagai ketua IDI Kaltara, ia menegaskan jika pihaknya tidak menyarankan kepada anak untuk mengikuti PTM sebelum menjalani vaksinasi. Diterangkannya, hal itu sangat beresiko untuk tertular covid-19.

“Tentu kita berharap agar seluruh anak bisa divaksin semua sebelum PTM, karena IDI tidak menyarankan anak melaksanakan PTM sebelum divaksin. Tinggal bagaimana kebijakan pemerintah daerah lagi,”terangnya.

“Karena posisinya dilematis juga, kalau anak-anak ini kelamaan tidak sekolah. Kasihan mereka sulit menyerap materi dengan maksimal,”lanjutnya.

Adapun berbagu jenis vaksin yang didistribusikan, menurutnya segala jenis vaksin cukup aman bagi masyarakat. Sehingga ia mengimbau jika masyarakat tidak perlu takut dengan merk vaksin tertentu.

“Untuk saat ini kami memandang seluruh jenis vaksin ini cukup aman bagi semua anak. Adapun efek samping yang biasa dialami masyarakat, itu hal yang lumrah karena vaksin baru menyesuaikan di tubuhnya,”

“Sampai sekarang belum ada efek samping kan yang terdengar kepada anak. Kita berharap tidak akan terjadi dan semua bisa berjalan lancar. Karena vaksinasi sendiri cukup aman bagi segala kondisi tubuh anak,”pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Wartawan Dikeroyok di THM Dragon Diduga Milik Oknum Polisi 
Yansen TP Apresiasi Semangat Muda Pengurus KORMI Bulungan
Diduga Aniaya Anggota Baru, 14 Mahasiswa Diberi Status Tersangka
Effendhi Djuprianto Resmi Tinggalkan Golkar
Masih Banyak Ormas Yang Belum Perbarui Laporan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Gunakan Identitas Profesi Untuk Memeras, MA dan MD Diciduk Polisi
Next Article Pemprov Upayakan Insentif untuk Vaksinator
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?