By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Targetkan prevalensi stunting Turun 6 Persen
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Targetkan prevalensi stunting Turun 6 Persen
KALTARAPEMKOT TARAKAN

Targetkan prevalensi stunting Turun 6 Persen

Redaksi
Last updated: 25 Juni 2022 00:38
Redaksi
4 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas merupakan syarat untuk membawa Indonesia Maju pada tahun 2045. Namun, penyiapan SDM unggul masih menghadapi tantangan bernama stunting.

Sebab berdasarkan informasi dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kaltara menyebutkan bahwa tingkat prevelensi stunting Kota Tarakan sebanyak 17 persen pada 2022.

Mengenai hal ini, Wali Kota Tarakan, dr. Khairul menargetkan prevalensi stunting di wilayahnya turun menjadi 6 persen pada tahun 2024.

“Di akhir masa pemerintahan kami targetkan angka prevalensi stunting sebesar 6 persen,” terangnya. Pemkot Tarakan pun sudah melakukan penyelidikan dan menemukan bahwa terjadinya tingkat stunting yang tinggi dikarenakan adanya pola makan masyarakat yang tidak memenuhi gizi yang baik, dan lingkungan yang tidak sehat seperti pengaruh asap rokok yang mengkontaminasi tubuh anak dan menghambat pertumbuhan,” ungkapnya.

Diakuinya, pola makan sangat mempengaruhi pertumbuhan anak dari dalam kandungan, hingga usia 5 tahun. Untuk itulah, fungsi Posyandu sangat perlu dilakukan guna memastikan gizi sehat di masyarakat

Pemkot Tarakan akan mengaktifkan kembali peran dan fungsi Posyandu yang ada, guna melakukan pencegahan stunting di Kota Tarakan.

“Saya minta para lurah, camat dapat bersinergi melakukan pendataan di masyarakat terkait angka stunting, khususnya di daerah pesisir kota Tarakan, yang merupakan daerah dengan angka stunting terbanyak,” ucapnya.

Sehingga, kata dia, ini harus menjadi perhatian semuanya, tidak hanya dinas terkait.

“Jadi tidak hanya Dinas kesehatan, Dinas DP3APPKB saja. Karena stunting ini, itu menyangkut generasi kita kedepannya, generasi Indonesia,” tutupnya.

Print Friendly, PDF & Email
DPD RI dan Kemenkes Sepakat Hapus Pasal Kontrasepsi Remaja
Hadiri Sidang Paripurna, Senator Kaltara Beri Masukan Pada 3 Pembahasan
Tepis Dugaan Korupsi Dana Beasiswa Kaltara Unggul, Begini Penjelasan Biro Kesra
Pemprov Arahkan Lulusan SMA agar Ikut Sekolah Kedinasan
Peserta Selter Harus Tertib Aturan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Laksanakan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Kepada Masyarakat Kaltara
Next Article Dirjen Pemdes Minta Desa di Kaltara Aktif Catatkan Aset
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?