By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Tajuddin Tuwo: Sulitnya Identifikasi Kelompok Buta Aksara
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Tajuddin Tuwo: Sulitnya Identifikasi Kelompok Buta Aksara
KALTARAPEMERINTAHANPEMKOT TARAKANPENDIDIKAN

Tajuddin Tuwo: Sulitnya Identifikasi Kelompok Buta Aksara

Redaksi
Last updated: 6 Februari 2021 22:19
Redaksi
5 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Pesatnya teknologi dan informasi saat ini semestinya membuat aktivitas dalam kehidupan sehari-hari menjadi lebih mudah, akan tetapi kenyataannya masih terdapat masyarakat yang tidak dapat memanfaatkan kemudahan tersebut dikarenakan minimnya pengetahuan yang dimiliki sebagian kecil masyarakat, salah satunya kemampuan membaca ialah buta aksara.

Kadisdik Tarakan, Tajuddin Tuwo
Kadisdikbud Tarakan, Tajuddin Tuwo

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tarakan, Tajuddin Tuwo saat dikonfirmasi menjelaskan, Disdikbud Kota Tarakan cukup kesulitan memantau perkembangan buta aksara. Selain karena keterbatasan, lajunya perputaran migrasi penduduk di Kota Tarakan membuat perkembangan buta aksara mengalami perubahan yang tidak menentu. Meski demikian, ia menerangkan dalam beberapa tahun terakhir angka buta aksara di kota Tarakan rata-rata didominasi usia 40 hingga 60 tahun ke atas.

“Saat terakhir saya menjabat sebagai kepala Disdikbud dan kembali ke sini lagi, kami masih mengalami kendala yang sama dalam mendata angka buta aksara di Kota Tarakan ini, Itu karena keluar masuknya orang di tarakan sehingga sulit menghitung jumlah pastinya karena kebanyakan masyarakat buta huruf tersebut adalah pendatang,” ujarnya, (06/02).

Dijelaskan Tajuddin lagi, Berdasarkan Data Disdikbud tahun 2016, dari data 20 kelurahan, terdapat 386 orang yang masih buta aksara.

“Itu data terakhir laporan dari 2016. Tapi karena terbatasnya kemampuan dan juga kondisi penduduk Tarakan, maka pemantauan mengalami sedikit kendala. hanya dengan menerima laporan dari kelurahan,” tuturnya.

Disamping karena terbatasnya kemampuan melakukan pemantauan, dijelaskannya jika masalah buta aksara saat ini tidak sepenuhnya kewenangan Disdikbud kota Tarakan, melainkan juga wewenang Dinas sosial, Meskipun tetap melakukan koordinasi intens.

“Persoalan ini kan lebih ke masalah sosial dan kami memang juga lebih terfokus pada dunia pendidikan. Tapi bukan berarti kami tidak memperhatikan ini, Kami juga tetap melakukan koordinasi bersama dinas sosial dalam pemantauan,” tukasnya.

Walaupun Disdikbud memiliki Program Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk meminimalisir buta aksara, namun menurutnya hal tersebut belum berjalan efektif. Mengingat sulitnya menyadarkan masyarakat yang sebagian besar terdiri dari para lansia.

“Sebenarnya ada program PKBM, tapi karena terbatasnya kemampuan anggaran, sekarang juga program itu tidak berjalan intens, karena harus bayar tenaga pengajar. Selama ini juga berharap sama mahasiswa yang KKN untuk dijadikan tenaga pengajar, Kalau tidak ada ya harus menunggu lagi. Tapi memang susah juga mengajar orang tua, karena belum tentu bisa cepat mengerti karena fungsi tubuh yang menurun,” bebernya. (Suf)

Print Friendly, PDF & Email
Banyak Yang Pensiun, Setiap Tahunnya Rata-rata ASN Pemkot Tarakan Capai 80 Orang
Launching Calendar of Event Kaltara, Semangat Pemprov Tumbuhkan Ekonomi Lewat Pesta Rakyat
Menjadi Pondasi ekonomi di Masa Pandemi, UKM Diharapkan Terus eksis
Fokus Pemberdayaan Pemuda
Maksimalkan Produksi Pangan, Kaltara Diharapkan Menjadi Suplai Pangan IKN
TAGGED:butaaksaraDinaspendidikanKalimantanutarakaltarapendidikanTarakan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article HUT ke 13, Ibnu Saud Ungkap Capaian Prestasi Gerindra
Next Article DPRD Kaltara Terus Perjuangkan PPPK
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?