By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Suplai Air Mandet, Pedagang Air Mulai Banjir Panggilan
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Suplai Air Mandet, Pedagang Air Mulai Banjir Panggilan
PEMKOT TARAKAN

Suplai Air Mandet, Pedagang Air Mulai Banjir Panggilan

Redaksi
Last updated: 29 Agustus 2021 21:14
Redaksi
5 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Masih mengeringnya beberapa Instalasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Kota Tarakan membuat suplai air ke masyarakat mandet. Alhasil, sebagian masyarakat masih kesulitan untuk mencari air bersih.

Hal itulah yang dirasakan Ibrahim salah satu warga Kelurahan Pamusian, ia mengungkapkan hampir satu minggu air suplai air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam Tarakan tidak berjalan lancar. Sehingga ia terpaksa harus membeli air tangki (profil) untuk memenuhi kebutuhan air.

“Mau bagaimana lagi, air satu minggu ini sering tidak jalan kadang jalan tapi airnya keruh. Jadi kami harus beli air untuk keperluan rumah,”ujarnya, (29/8).

Sementara itu, Bambang seorang penjual air bersih mengaku mengalami peningkatan penjualan. diterangkannya, saat kondisi normal ia bisa menjual 3 tangki air sementara saat ini permintaan bisa tiga kali lipat lebih banyak. Diketahui harga pertangkinya berkisar Rp 55 hingga Rp 60 ribu sekali pengantaran.

“Untuk masalah harga air profil satu kali pengiriman itu tetap 60 ribu karena juga banyak saingan ya, kalau untuk pasokan biasanya ngambil dari kampung bugis dan itu untuk 1 profil 10 ribu kalau kita yang ambil,” tambahnya.

Meski mengaku mendapat keberkahan tersendiri, namun ia berharap semoga persoalan air di Kota Tarakan segera teratasi.

Print Friendly, PDF & Email
Terdampar Di Lautan, 9 Orang WNI Berhasil Diselamatkan
Kharisma Siapkan Program Bantuan Pendidikan
Banjir Dukungan, ZIAP Yakin 60 Persen Bisa Menang di Malinau
Belum Menemukan Titik Terang Terhadap Persoalan Lahan, PT Inhutani Sambangi Pemprov Kaltara
Niat Seludupkan Sabu Ke Tarakan, Seorang Pria Diringkus Polisi
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Gubernur Meninjau Potensi Pelabuhan Sungai di Bulungan
Next Article Petani Rumput Laut Keluhkan Harga Yang Tidak Stabil
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?