By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Setiap Tahun Selalu Alami Persoalan, Walikota Tarakan Sebut Begini
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Setiap Tahun Selalu Alami Persoalan, Walikota Tarakan Sebut Begini
KALTARAPEMKOT TARAKAN

Setiap Tahun Selalu Alami Persoalan, Walikota Tarakan Sebut Begini

Redaksi
Last updated: 11 Juli 2022 22:38
Redaksi
4 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Meski pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sudah ditutup, namun seperti biasa pelaksanaan PPDB selalu menyisahakan persoalan di masyarakat. Pasalnya, tidak semua masyarakat dapat menerima sistem ini lantaran besarnya antusias masyarakat untuk bersekolah di Negeri.

Saat dikonfirmasi, Walikota Tarakan dr Khairul M.Kes menerangkan, sejauh ini ia mengakui keluhan masyarakat hampir terjadi setiap tahun. Sehingga tidak dipungkiri besarnya antusias masyarakat membuat semua calon siswa berlomba-lomba untuk bisa bersekolah di Negeri.

“Ya, maunya di sekolah yang diinginkan namun disisi lain sekolah itu kursinya terbatas,” ucapnya.

Saat disinggung di mana tepatnya kelurahan tersebut, Khairul enggan menjawabnya. Ia hanya memastikan bahwa persoalan tersebut telah didiskusikan pihak-pihak terkait untuk menemui solusi terbaik. “Karena kenyataanya satu daerah itu tidak bisa dekat sekali rumah dengan sekolah. Karena tanah Pemda juga terbatas dan tidak memungkinkan setiap rt di bangunan sekolah. Kami sudah diskusikan dan Insyaallah semuanya bisa terselesaikan.

Lanjutnya, ia menyebut selain zonasi jalur afirmasi atau orang yang tidak mampu juga rentan menjadi persoalan. Sehingga hal ini menjadi prioritas pihaknya. Untuk itu, kuotanya afirmasi dinaiki hingga 30 persen. Sehingga harapannya anak-anak yang tidak mampu tidak ada lagi yang tersisih.

“Dibandinkgan PPDB sebelumnya, tahun ini sudah jauh lebih baik. Sebelumnya, keluhan masyarakat yang tidak tertampung bisa mencapai ratusan. Namun di tahun ini hanya 60 an saja. Itupun karena mereka merasa tidak tertampung sekolah yang berdekatan dengan rumahnya,”tandasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Wagub Ajak Masyarakat Bangun Eksistensi Negara di Perbatasan
Hadiri Peringatan Hari Kelahiran Pancasila, Gubernur Kaltara Harapkan Masyarakat Selalu Menanamkan Jiwa Pancasila
Gubernur Dorong Wisudawan UBT Jadi Mesin Penggerak Kemajuan Kaltara
Warga Binaan Lapas Belum Divaksin, Begini Alasanya
Sukseskan Gerakan 10 Juta Bendera, Gubernur Bagikan Ribuan Bendera Merah Putih
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Ratas Bersama Presiden, KI Kaltara Dipastikan Berprogress
Next Article Setubuhi Anak Di Bawa Umur, Seorang Tukang Bakso Terancam 5 Tahun Penjara
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?