By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Petani Rumput Laut Keluhkan Harga Yang Tidak Stabil
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Petani Rumput Laut Keluhkan Harga Yang Tidak Stabil
PEMKOT TARAKAN

Petani Rumput Laut Keluhkan Harga Yang Tidak Stabil

Redaksi
Last updated: 29 Agustus 2021 22:06
Redaksi
5 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Rumput laut merupakan salah satu komoditas terbesar di Kota Tarakan, hingga saat ini Tarakan dan Nunukan masih menjadi daerah utama dalam penyuplai salah satu makanan kaya serat ini.

Namun amat disayangkan sejak pandemi covid-19 melanda, harga rumput laut mengalami pasang rumput bak air laut. Sehingga hal tersebut membuat petani rumput laut, laut mengalami kerugian.

Salah satu petani rumput laut di Kelurahan Pantai Amal Kota Tarakan, kacong menerangkan hingga saat ini petani rumput laut cukup kesulitan akibat tidak menentunya harga. Padahal, harga yang dijual saat ini sudah sangat jauh lebih murah dari harga normal.

“Kan sebelum corona itu harga rumput laut sampai Rp 17 ribu, tapi pas pandemi covid-19 turun Rp 8.500 sampai Rp 9 ribu, nah turun naiknya sekitar harga segitu tapi baru-baru ini sudah naik lagi dari Rp 10 ribu sampai dengan Rp 11.000 per kg,” terangnya, (29/08).

“Harapan saya sih harga rumput laut harus pulih kembali, minimal harganya itu tetap dan tidak berubah-ubah, jadi kami juga sebagai petani tidak rugi,” sambungnya.

Sementara itu, H.Bakri salah satu pengepul rumput laut mengaku naik turunnya harga tidak terlepas dari kadar rumput laut yang berada di Kota Tarakan rendah, sehingga hal ini juga menjadi masalah bagi pengepul.

“Makanya itu barang Tarakan tak terlalu disukai di Makassar karena basah kan, jadi mereka suruh kering kan dulu baru di terima. Bukan karena kualitas rumput lautnya, tapi masalah kadar nya, kadar yang di inginkan itu 40 sampai 42 tapi sangat jauh dari harapan, minimal kadarnya 45 sampai 55 yang dikirim,”ulasnya.

“Sebenarnya pembeli besar pun tidak mau ambil, tapi mau di apa lagi uang sudah keluar, sudah di bayar, jadi terpaksa harus di kirim,” Tandasnya.

Print Friendly, PDF & Email
This Chinese Province Says It Faked Fiscal Data for Several Years
Sadari Potensi Pendapatan Daerah, Pemkot Rencanakan Solek Objek Sejarah
Diduga Korsleting, 37 Rumah Ludes Dilahap Si Jago Merah
Cegah Peredaran Uang Palsu, Begini Ciri-ciri Uang Asli
Jokowi Seeks Investors for Indonesia’s Airports to Curb Deficit
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Suplai Air Mandet, Pedagang Air Mulai Banjir Panggilan
Next Article Miliki Potensi, Kawasan Tanjung Buyu Dinilai Cocok Untuk Pertanian
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?