By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Marak Masuknya Produk Ilegal, BPOM Ajak Semua Pihak Bekerjasa
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Marak Masuknya Produk Ilegal, BPOM Ajak Semua Pihak Bekerjasa
KALTARAPEMKOT TARAKAN

Marak Masuknya Produk Ilegal, BPOM Ajak Semua Pihak Bekerjasa

Redaksi
Last updated: 9 Agustus 2022 22:13
Redaksi
4 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Maraknya produk ilegal yang masuk melalui perbatasan, membuat Pemerintah cukup serius dalam melihat persoalan ini. Saat dikonfirmasi, ini pemerintah tengah melakukan pengkajian, kebijakan apa yang tepat diterapkan menyangkut pangan olahan yang sudah beredar di Kaltara salah satunya yang beredar di Tarakan. Kepala Balai POM Tarakan Harianto Baan menerangkan, banyaknya pangan yang saat ini beredar berasal dari negara luar salah satunya dari Malaysia, dari sisi pengawasan sebenarnya tidak bisa ditumpu di pihaknya saja.

Dijelaskannya, persoalan pengawasan pangan illegal yang beredar harus diawasi bersama-sama, mulai dari pintu masuk yakni Bea dan Cukai dan Pelabuhan, sampai pada sarana distribusi di Balai Karantina Pertanian dan Perikanan.

“Kami melakukan kajian, bagaimana suplai makanan ke perbatasan, apakah suplai produk negara siap atau tidak. Karena yang kami ketahui, masih ada beberapa daerah di perbatasan belum maksimal suplai produk dalam negeri,”tuturnya.

Lanjutnya, seharusnya pengawasan tidak menunggu harus adanya korban, namun untuk memperkuat bukti karena lanjutnya, selama ini masyarakat menganggap bahwa pangan illegal tidak bermasalah.

“Beda kalau ada kajian. Antisipasi kami tetap menyampaikan jangan dibeli,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bangun Berkolaborasi untuk Pembangunan Infrastruktur Kota
Akui Kerap Didatangi Figur di Tahun Politik, PCNU Tarakan Nyatakan Netral Jelang Pilkada
Semakin Parah, Jalan Rusak Menuju Amal Bahayakan Pengendara
Turunkan Stunting Pemprov luncurkan Program SKALA
Gubernur Teken NPHD Pilkada 2024
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Edarkan Sabu Di Jalan, Seorang Pemuda Ditangkap
Next Article Industri Pertambangan Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Kaltara
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?