By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Khairul Serap Keluhan Warga Karang Anyar, dari Lapangan Pekerjaan hingga Kuota Gas LPG
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Khairul Serap Keluhan Warga Karang Anyar, dari Lapangan Pekerjaan hingga Kuota Gas LPG
PEMKOT TARAKANPOLITIK

Khairul Serap Keluhan Warga Karang Anyar, dari Lapangan Pekerjaan hingga Kuota Gas LPG

Redaksi
Last updated: 2 November 2024 00:08
Redaksi
1 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Sejumlah keluhan disampaikan warga, saat calon Wali Kota Tarakan nomor urut 1, Khairul melakukan kampanye di Kelurahan Karang Anyar, RT 35, Kamis malam, 31 Oktober 2024. Salah satunya, mengeluh kesulitan mendapatkan gas LPG 3 Kg.

Terkait hal tersebut, Khairul mengatakan pemerintah kota tidak bisa mengintervensi kuota penerima gas bersubsidi. Dijelaskannya, dalam Undang-undang Minyak dan Gas Bumi kewenangan ada di Pemerintah Pusat.

“Kota Kabupaten, bahkan provinsi sekalipun tidak memiliki kewenangan untuk mengatur itu, paling kita membantu mengawasi dan membantu memberi masukan. Tapi keputusan akhir ada di Pertamina dan Kementerian SDM,” ucapnya.

Kendati demikian, ia mengeaskan keluhan-keluhan ini akan disampaikan ke Pemerintah Pusat. Khairul pun menyakini keluhan warga akan ditindaklanjuti Pemerintah Pusat.

Selain itu, warga meminta agar pemerintah kota membuka lapangan kerja baru dengan memprioritaskan penduduk asli Tarakan.

Khairul menegaskan, selama ini pihaknya lebih mengutamakan warga lokal dalam penerimaan pekerja khususnya di Perumda. Namun, ia menyebut kebutuhan tenaga kerja di Perumda sifatnya terbatas.

“Tidak bisa di ada-ada kan tentu harus rasional dan proporsional dan sesuai prosedur,” katanya.

Menurutnya, yang penting saat ini adalah membekali anak-anak muda dengan sertifikasi keahlian tertentu. Harapanya, syarat-syarat kompetensi dan administrasi para pencari kerja lokal terpenuhi.

“Sehingga di manapun dia termasuk di Kota Tarakan, dia bisa bersaing karena berkompetensi. Minimal administasi lolos, kalau dari administrasi tidak lolos bagaimana persaingan kompetensi bisa lolos. Saya kira pemerintah harus memfasilitasi ini,” tuturnya.

Print Friendly, PDF & Email
1 Agustus 2021
Kerap Jemput Bola, Keberadaan PMI Cukup Vital
Niat Cuci Sepatu, Luther Diterkam Predator Buaya
Pemilu Serentak 2024, Masyarakat Diharapkan Jangan Mudah Terprovokasi Isu Hoaks
Siap Hadirkan Kartu Nikah Digital, Permudah Pernikahan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Lewat Dana RT Kampung Tias Harus Jadi Pilot Project Kawasan Wisata Desa Terapung
Next Article Kerukunan Keluarga Putra Manyar Tarakan Dukung Kharisma 100 Persen
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?