By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: IDI Usulkan Nakes Divaksin 3 Kali, Begini Penjelasannya
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » IDI Usulkan Nakes Divaksin 3 Kali, Begini Penjelasannya
PEMKOT TARAKAN

IDI Usulkan Nakes Divaksin 3 Kali, Begini Penjelasannya

Redaksi
Last updated: 11 Juli 2021 20:43
Redaksi
5 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltara dan Anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kaltimtara dr Franky Sientoro Sp.PD menerangkan saat ini tercatat varian mutasi covid-19 yang tersebar di dunia terdiri menjadi 3 yakni Alpha, Delta dan Beta yang tercatat pada WHO.

Dijelaskannya, dari 3 varian tersebut jenis Delta merupakan varian yang diyakini sebagai jenis paling berbahaya berdasarkan WHO. Mengingat sasaran varian Delta langsung menyerang ke paru-paru manusia.

“Secara klinis bahwa Delta merupakan gejala lebih berat dan penyebarannya lebih cepat dan lalu titik fokusnya langsung kepada titik paru-paru. Kalau yang lain, masih singgah di.saluran tenggorokan,”tuturnya, (11/07).

Meski begitu, pihaknya meyakini vaksinasi saat ini masih dapat menangkal varian baru meski efektivitasnya dianggap kecil. Oleh sebab itu secara nasional IDI mengusulkan jika Tenaga Kesehatan (Nakes) mendapat suntikan vaksin 3 kali untuk memperkuat antibodi yang diyakini telah mengalami penurunan.

“Teorinya sampai sekarang informasinya bisa, walaupun efektivitasnya lebih rendah. Kalau kena Delta dia (virus) dapat menutunkan antibodi sekitar 40 persen. Jadi cukup besar. Hampir semua tenaga kesehatan sudah divaksin,”tuturnya.

“IDI telah mengusulkan bahwa vaksin nakes dapat dilakukan 3 kali. Karena antibodi yang terbentuk sudah menurun. Karena dalam penelitian terbaru, 3 kali dianggap jauh lebih baik. Tentu vaksin 3 kali ini akan meningkatkan antibodi,”lanjutnya.

“Teorinya bukan semakin banyak orang divaksin maka semakin bagus, tapi harus melihat kondisi tubuh seseorang. Kalau antibodinya mulai menurun, maka dapat diperkuat lagi,”pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Adyansa Tegas.!! Soal Tenaga Kerja Lokal Dalam RDP Komisi I DPRD Bersama PT. PRI
Dari Peningkatan Ekonomi Hingga Pemberantasan Narkoba, Pemprov Ingin Bangun Jalur 3 Negara
Masyarakat Kaltara Dukung Perubahan, Pasangan “SULTON” Jadi Harapan Baru
Vaksin Anak Belum Berjalan, Pemkot Tunggu Juknis dan Alokasi Vaksin
Bangun Berkolaborasi untuk Pembangunan Infrastruktur Kota
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Positif Covid-19, Gubernur Kaltara Himbau Masyarakat Terus Patuhi Prokes
Next Article Vaksin Bisa Dilakukan Pada Pelaku Perjalanan Dalam Kondisi Tertentu
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?