By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Harga Cabai Meroket, Disperindagkop Berdalih Kenaikan Persoalan Nasional
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Harga Cabai Meroket, Disperindagkop Berdalih Kenaikan Persoalan Nasional
KALTARAPEMKOT TARAKAN

Harga Cabai Meroket, Disperindagkop Berdalih Kenaikan Persoalan Nasional

Redaksi
Last updated: 22 Juni 2022 22:00
Redaksi
4 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Melonjaknya harga cabai rawit di pasaran menimbulkan keluhan bagi masyarakat. Pasalnya, kenaikan harga cabai tersebut melonjak secara signifikan. Terpantau, harga cabai di Pasar Gusher dan beberapa penjual cabai di pinggir jalan berada di kisaran Rp 120.000 – Rp 140.000/kg.

Saat dikonfirmasi, Kasi Pengembangan Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Tarakan, Hari Wijaya Putra membenarkan hal tersebut, Dijelaskannya, kenaikan harga cabai merupakan permasalahan nasional, dan bukan saja dialami masyarakat Tarakan.

“Kenaikan terjadi karena di wilayah penghasil cabai seperti Jawa, para petani mengalami gagal panen. Di wilayah produksi cabai adanya serangan patek. Selain itu, cuaca buruk juga menghambat waktu panen,” jelasnya.

Kendati demikian, Hari mengungkap harga cabai di Kota Tarakan sudah mengalami penurunan 10 persen dibanding minggu lalu. Sehingga ia berharap kedepannya harga cabai terus menurun hingga mencapai harga normal.

“Kita ambil contoh cabe merah besar. Tangan 17 Juni kemaren Rp 80.000 sekarang Rp 70.000. Sedangkan cabai rawit minggu kemaren Rp 130.000 dan Senin ini sudah turun Rp 120.000. Kayaknya stok cabai sudah membaik,” katanya.

Hari menyebut stok cabai di Kota Tarakan dipasok oleh Jawa dan Sulawesi. “Kalau mengandalkan stok dari Tarakan masih minim dan terbatas jenisnya. Tarakan masih mengambil stok cabai mencapai 50-60 persen dari luar karena kita kan bukan daerah pemasok,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Retirees, It May Be Time To Get Your Head Out Of The Sand
Ekspor Komoditi Kaltara Alami Peningkatan 3,57 Persen
PJU-TS Bakal Dipasang ke Pelosok Kaltara
Gelar Upacara Kebangkitan Nasional, Berharap Masyarakat Jaga Identitas Bangsa
Studi Banding Ke Jawa Timur, ini Tiga Fokus Dekranasda Kaltara
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Wilayah Kaltara Ditargetkan Bebas Blank Spot
Next Article Soroti Persoalan Pertanahan di Kalimantan, Senator Kaltara Sampaikan Ini di Parlemen
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?