By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: DP3APPKB Tarakan Tanggani 9 Anak Korban Predator Juata Laut
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » DP3APPKB Tarakan Tanggani 9 Anak Korban Predator Juata Laut
PEMKOT TARAKAN

DP3APPKB Tarakan Tanggani 9 Anak Korban Predator Juata Laut

Redaksi
Last updated: 10 Maret 2022 20:24
Redaksi
4 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Setelah hebohnya kasus predator di Selumit Pantai, kini kasus Predator kembali terungkap pada yang dilakukan seorang pria berusia 22 di Juata Laut yang diduga melakukan pelecehan 30 santri yang dilakukan sejak tahun 2016.

Diketahui kasus asusila sesama jenis yang kini masih terus ditangani Polres Tarakan. Dan kini 9 dari 30 korban berada dalam penanggamanan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (DP3APPKB) Tarakan.

Saat dikonfirmasi, Kepala DP3APPKB Tarakan, Mariyam mengungkapkan pihaknya telah memulai proses pendampingan terhadap korban-korban dari pelaku berinisial RD (22).

“Saat ini korban dari predator anak di Juata Laut yang sudah dilakukan pendampingan mencapai 9 orang. Yang jelas kami sudah ke TKP kemarin. Lalu setelah itu, semua anak dibawa ke Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Anak (P2TPA) Sedungan untuk didata dan melihat sekaligus mengecek kondisi masing-masing,” ujarnya, (10/03).

Diuraikannya, langkah pertama yang dilakukan DP3APPKB Tarakan, ialah melakukan pemetaan terhadap korban untuk mengetahui jumlah sebenarnya yang ada di TKP.

“Secara resmi yang ada buat pernyataan dari orangtua baru 9 anak. Secara tertulis awalnya lima, lalu datang lagi, dan total tertulis datang ke kami 9 anak.

Selanjutnya, pihaknya akan melakukan assessment awal terhadap korban-korban dari RD. Jika tidak aral melintang. Setelah itu pihaknya baru akan memetakan lagi, mana kira-kira anak-anak yang sudah berulang-ulang kali dilakukan atau jadi korban dan baru yang pertama kali.

“Kami bentuk lima kelompok. InsyaAllah Jumat kami melakukan assessment dan Sabtunya, langsung dipetakan. Kan saat ini belum diketahui berapa anak yang sudah mendapatkan perlakuan dari RD secara berulang karena bertahap,”pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Sakit Hati Sering Diomeli, Seorang ART Rampok Barang Berharga Majikannya
Sayembara Logo dan Nama RSUD Tetap Diupayakan Tahun Ini
Klaim Sudah Berupaya Maksimal Raih Predikat KLA
Turun Ke Jalan, Kalangan Lembaga Adat Kalimantan Desak Polisi Tangkap Edy Mulyadi
Berbagi Sehat dan Bakti Sosial di Kawasan Tengkayu I Kota Tarakan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration
Next Article Predator Pencabulan 30 Anak, Akui Manfaatkan Situasi Untuk Melakukan Aksinya
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?