By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Dianggap Rawan Sengketa, Bawaslu Kaltara Beri Perhatian Lebih Kepada Daerah Ini
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Dianggap Rawan Sengketa, Bawaslu Kaltara Beri Perhatian Lebih Kepada Daerah Ini
KALTARAPEMKOT TARAKAN

Dianggap Rawan Sengketa, Bawaslu Kaltara Beri Perhatian Lebih Kepada Daerah Ini

Redaksi
Last updated: 22 Juli 2022 22:02
Redaksi
4 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltara Suryani memberi perhatian atau atensi khusus untuk Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan.
Bukan tanpa alasan, Suryani menyebut Tarakan dan Nunukan rawan akan sengketa politik, terutama memasuki tahapan Pemilu 2024.

Suryani menjelaskan untuk Nunukan, daerah ini secara geografis merupakan perbatasan, yang memudahkan akses keluar masuk orang.

“Jadi kita perlu mengantisipasi keluar masuknya orang. Hal ini Tentu berdampak pada data pemilih yang akan mengalami dinamika pergeseran,” terang Suryani beberapa waktu lalu.

Untuk Tarakan, daerah ini selain karena mobilitas masyarakat tinggi serta kepadatan penduduknya tinggi. Menurut Suryani, hal ini terjadi karena Tarakan merupakan pusat dengan dinamika politik di Kaltara sehingga rentan dengan gesekan. Baik antara peserta dengan masyarakat.

Khusus Tarakan saja di pemilu sebelumnya, kata Suryani ada 630 TPS dan pilkada 426 TPS. Dengan jumlah tersebut menjadi bukti daerah tersebut memang perlu pengawasan ekstra.
Menyikapi hal tersebut, Suryani berharap harmonisasi dapat terjaga sehingga pemilu aman dan damai.

Terkait dua wilayah ini, lanjut Suryani, pihaknya akan melakukan penguatan pengawasan atau bisa saja dengan menambah pengawas. Selain itu, merangkul setiap stakeholders untuk sama-sama menjaga demokrasi.

Print Friendly, PDF & Email
20 Insan Pers Divaksin, PWI Tarakan Perjuangkan Sisanya.
Wagub Intruksikan Perencanaan Pembangunan Harus Terpetakan
Sayembara Logo dan Nama RSUD Tetap Diupayakan Tahun Ini
Gubernur : Kita Optimalkan Lahan Pertanian di Kaltara
Masih Masa Pandemi, Umat Konghucu Belum Anjurkan Lakukan Barongsai
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Resmi Bergabung ke PKS, Tokoh Pendidikan Kaltara ini Paparkan Alasannya
Next Article BBM Naik Lagi, Pertamina Klaim Akibat Konflik Perang Rusia-Ukraina
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?