By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Dapat Aduan dari Warga Pantai Amal, Komite III DPD RI Ingatkan Hasil Kesepakatan Bersama
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Dapat Aduan dari Warga Pantai Amal, Komite III DPD RI Ingatkan Hasil Kesepakatan Bersama
KALTARAPARLEMENTERPEMKOT TARAKAN

Dapat Aduan dari Warga Pantai Amal, Komite III DPD RI Ingatkan Hasil Kesepakatan Bersama

Redaksi
Last updated: 20 Agustus 2022 16:27
Redaksi
4 tahun ago
Share
SHARE

Permasalahan sengketa lahan antara Lantamal XIII dengan masyarakat di Kota Tarakan sampai saat ini masih bergulir.

Berdasarkan aspirasi yang diterima, pada hari Rabu 17 Agustus 2022, adanya penggarapan lahan yang dilakukan TNI AL di RT 6 Bumi Perkemahan Kelurahan Pantai Amal menimbulkan aksi protes masyarakat.

Pasalnya lahan yang digarap menggunakan alat berat tersebut diklaim masuk pada lahan yang berstatus milik masyarakat setempat. Sehingga penggarapan itu mendapat penghalangan warga sekitar.

Menyoroti Hal tersebut, Senator Kaltara Hasan Basri menyampaikan jika pihaknya menyayangkan tindakan yang dilakukan TNI AL tersebut.

Menurutnya, seharusnya hal ini melanggar perjanjian bersama antara TNI AL, Pemprov Kaltara, DPD-RI dan masyarakat yang dilakukan beberapa tahun lalu.

“Terkait adanya penggarapan lahan dengan memasukan excavator yang dilakukan TNI Angkatan Laut di Pantai Amal yang mengancam kondusifitas masyarakat. Saya berharap itu dihentikan dulu dicari solusi terbaik,” ungkapnya, Jumat (19/08/2022).

“Kami menghargai apa yang dulu ditandatangani bersama baik DPD RI, Pemrov Kaltara dan pemerintah Kota termasuk dari pihak Danlantamal itu sendiri,”sambungnya.

Pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komite III DPD RI menegaskan, jika tindakan tersebut terus berlanjut, maka pihaknya akan mendesak pemerintah pusat mengambil langkah tegas dalam menanggani persoalan ini.

“Jika itu dilakukan terus, maka saya tidak segan-segan untuk memberikan semacam upaya lain yang ada di pusat jika mereka (TNI) tidak mengindahkan MoU yang sudah ditandatangani. Bagaimana pun, yang kita utamakan kepentingan masyarakat. Jadi itu harus diperhatikan,”terangnya.

Dikatakannya, seharusnya dalam kegiatan apapun pihak TNI AL harus menaati aturan dan melakukan pemberitahuan terlebih dahulu. Apalagi melakukan penggarapan yang disengketakan.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Borneo, Hasan Basri menilai dengan mengambil tindakan sepihak maka hal itu sama saja menganggu kondusifitas di masyarakat.

“Jangan melakukan tindakan-tindakan baik penyerobotan lahan dan sebagainya, tiba-tiba langsung dari pihak TNI AL yang melanggar komitmen itu. Tentunya kalau ada intruksi jalan sesuai aturan yang ada. Namanya orang membangun kan harus ada izin membangun, izin RT, RW, Kelurahan dan Kecamatan. Tidak secara tiba-tiba membawa alat berat menggarap lahan yang disengketakan,” pungkas Hasan Basri.

“Ini kan menimbulkan kesan arogansi dari aparat kita yang seharusnya mengayomi masyarakat. TNI ini kan pelindung dan pengayom masyarakat. Sebelumnya juga dari keterangan masyarakat tidak ada pemberitahuan sebelumnya, bahkan lurah pun tidak mengetahui sebelumnya. tapi karena mereka tinggal di sekitar situ jadi mereka juga kaget melihat ada alat berat. Itu kan sudah menciptakan gangguan kondusifitas,” tegas Hasan Basri.

Lebih jauh, Ketua Komite IIII DPD RI Hasan Basri sudah menjadwalkan untuk bertemu kepala staf AL (Kasal) dan Menkopolhukam.

“Insyallah kami akan melakukan pertemuan, untuk menyampaikan, dan mendapatkan solusi bersama,” tutupnya.

Print Friendly, PDF & Email
Sistem Kerja ASN Menyesuaikan Asesmen Situasi Covid
LPTQ Kaltara Akan Siapkan Bibit Unggul
Sampaikan Pentingnya Sinergitas Gubernur : Wujudkan Kaltara yang Aman dan Nyaman
Ketua DPW PAN Ibrahim Ali Sampaikan Hal Terkait Rekomendasi PAN Untuk BACAKADA
Bahlul Nggak Ketulungan, Dua Kali Masuk Penjara Tidak Membuat Pemuda Ini Jerah Melakukan Aksi Kriminal
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Tak Hujan Selama Seminggu, Suplai Air PDAM Terganggu
Next Article Hendak Bawa Sabu Ke Tarakan, Wanita Hamil Ditangkap Satreskoba
8 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?