By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: BBM Naik Lagi, Pertamina Klaim Akibat Konflik Perang Rusia-Ukraina
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » BBM Naik Lagi, Pertamina Klaim Akibat Konflik Perang Rusia-Ukraina
KALTARAPEMKOT TARAKAN

BBM Naik Lagi, Pertamina Klaim Akibat Konflik Perang Rusia-Ukraina

Redaksi
Last updated: 23 Juli 2022 21:24
Redaksi
4 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Di tahun 2022 ini harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi mengalami kenaikan. Hal ini diklaim terjadi lantaran tidak stabilnya harga minya dunia.

Saat dikonfirmasi, Area Manager Communication, Relation & CSR Regional Kalimantan, Susanto August Satria menerangkan, kenaikan BBM terjadi pada jenis non subsidi ini yakni Pertamax Turbo dan Pertamax Dexlite. Sebelumnya, harga Pertamax Turbo Rp 14.800 namun setelah penyesuaian menjadi Rp 16.550. Begitupun dengan Pertamax Dexlite sebelum kenaikan Rp 13.250 menjadi Rp 15.350.

“Untuk Pertamina Dex dari Rp. 14.000 menjadi Rp 16.850, ini hanya untuk yang non subsidi yang mengalami kenaikan sedangkan untuk yang subsidi masih sama,”terangnya.

Dikatakannya, untuk harga BBM subsidi sendiri dilanjutkan Satria Pertalite masih dengan harga Rp 7.850 perliter dan Solar Rp 5.150. Untuk harga LPG 3 kilogram juga masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Namun untuk harga LPG 5,5 hingga 12 kilogram mengalami kenaikan sebesar Rp 2.000.

“Penyesuaian harga karena terdapat konflik antar negara Ukraina dan Rusia. Kemudian harga minyak dunia trennya tinggi gitu, belum ada tren yang turun. Saat ini saja sudah menyentuh hampir berapa barel gitu, jadi Pertamina perlu menyesuaikan harga BBM non subsidi. Ini juga sudah sesuai ketentuan dari Pertamina,” tuturnya.

Print Friendly, PDF & Email
Sangat Siap Melaksanakan PTM, UBT Cuma Butuh Intruksi
Gubernur : Kita Optimalkan Lahan Pertanian di Kaltara
Mendapat Gelar Tamu Kehormatan, Zainal Paliwang Tekankan Pentingnya Identitas
Terealisasi 97 Persen, Pemulihan Ekonomi jadi Fokus Utama
DPR-RI Berharap Terus Upayakan Alokasi Vaksin ke Kaltara
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Dianggap Rawan Sengketa, Bawaslu Kaltara Beri Perhatian Lebih Kepada Daerah Ini
Next Article Hadiri Tabligh UAS di Tanjung Selor, Hasan Basri Apresiasi Antusias Masyarakat
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?