By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Akui Masih Terdapat Orangtua Yang Enggan Anaknya Divaksin
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Akui Masih Terdapat Orangtua Yang Enggan Anaknya Divaksin
PEMKOT TARAKAN

Akui Masih Terdapat Orangtua Yang Enggan Anaknya Divaksin

Redaksi
Last updated: 21 Oktober 2021 00:03
Redaksi
4 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Pemerintah terus melakukan percepatan vaksinasi massal. Belum lama ini, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Tarakan juga sudah menggelar vaksinasi.

Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah Menegah Atas Negeri 2 Tarakan, Erni Nurjanah, menerangkan sebanyak 877 dari 1.044 siswa yang ditargetkan.

“Setelah dilakukan pendataan, sebagian ada yang sudah melaksanakan vaksinasi di Kodim 0907 Tarakan, di RSUD Tarakan. Mereka vaksin di luar karena orangtuanya yang bawa. Data kami ada 130 siswa yang vaksin di luar sekolah,” ujarnya, (20/10/2021).

Selain itu, pihaknya mencatat 37 orangtua siswa yang tak menyetujui jika anaknya divaksin. Lanjutnya, alasan penolakan tersebut karena para orangtua memang belum ingin sang anak divaksin dan ada juga siswa yang masih takut dan belum siap divaksin.

“Ada orangtua siswa tak setuju tidak masalah. Jadi kita meminta persetujuan mereka pakai meterai,”ucapnya.

“Ada juga baru selesai Covid-19, ada yang punya penyakit seperti asma. Daripada risiko. Padahal kami aanjurkan konsultasi kan ada petugas medis juga apakah boleh vaksin,” jelasnya.

Lanjutnya, semua dikembalikan kepada keinginan orangtua siswa. Vaksinasi pelajar ini juga bukan menjadi syarat untuk melaksanakan PTM.

“Tapi kalau bisa vaksin ya sebaiknya vaksin,” tutupnya.

Print Friendly, PDF & Email
Merasa Dirugikan, Masyarakat Pantai Amal Unras Desak Pemerintah Hentikan Pembangunan Pagar Wisata Pantai Amal
Antisipasi Balap Liar, Polres Tarakan Laksanakan Patroli
ZIAP Didoakan Warga Karang Harapan untuk Menang Pilgub Kaltara
macOS Sierra review: Mac users get a modest update this year
Komitmen Perjuangkan Kuota Haji, DPD-RI Siap Lakukan Lobi Ke Kerajaan Arab Saudi
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Sambangi Pelaku UMKM, Wagub Tekankan Penggunaan Bahan Pangan Lokal
Next Article Selain Penggunaan Masker Yang Benar, Mencuci Tangan Juga Memiliki Standar Efektif
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?