By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Akui masih Ada Masyarakat Yang Phobia Vaksin
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Akui masih Ada Masyarakat Yang Phobia Vaksin
PEMKOT TARAKAN

Akui masih Ada Masyarakat Yang Phobia Vaksin

Redaksi
Last updated: 13 Oktober 2021 22:36
Redaksi
4 tahun ago
Share
SHARE

 

TARAKAN — Pemerintah terus menggencarkan vaksinasi Covid-19 untuk membentuk kekebalan komunitas atau herd immunity.

Indonesia memiliki target untuk memvaksinasi 77 persen dari jumlah populasi penduduk Tanah Air atau 208,2 juta orang.

Namun, ada sebagian masyarakat yang enggan untuk disuntik vaksin Covid-19. Padahal upaya tersebut merupakan bagian dari memutus rantai panyebaran virus corona.

“Alhamdulillah warga saya RT 20 Kelurahan Karang Anyar, yang belum divaksin itu paling yang tidak mau saja,” ungkap Sugiarto, selaku Ketua RT 20 Kelurahan Karang Anyar. Rabu (13/10).

Lanjutnya, vaksinasi merupakan program pememeritah sehingga sebagian besar syarat administrasi masyarakat harus divaksin, syarat perjalanan contohnya. Sehingg vaksinasi terjadwal ini sudah di informasikan kepada masyarakatnya.

“Itupun yang tak mendaftar disuruh datang aja ke Puskesmas, dikasih kebijakan sama Puskesmas. Karena memang ini jadwalnya, ini intruksi dari Presiden melalui Walikota warga harus divaksinasi tetapi kalau ada yang tidak mau kita tidak bisa paksain,” terangnya.

“Saya sudah sebar di grup, saya juga sudah kerumah-kerumah. Jadi saya bilang jangan salahkan RT nya bahwa tidak memberikan jadwal dan mendata,” sambungnya.

Hal ini dikarenakan banyak warga yang masih informasi hoaks terkait dampaknya vaksinasi sehingga menolak untuk divaksin. Selain itu, ada beberapa alasan masyarakat enggan di vaksin lantaran takut akan efek samping vaksin tersebut.

“Ada beberapa warga yang tidak mau divaksin itu karena disangkut-pautkan ada yang meninggal karena habis vaksin, Sehingga hal ini saya harus luruskan. Karena memang banyak berita hoax yang mereka konsumsi,” pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Forkompimda Harus Aktif Berikan Sosialisasi dan Edukasi
Permudahkan Aktivitas Bongkat Muat, Pelabuhan Tengkayu I Bakal Difasilitasi Crane
Overload, Tarakan Butuh TPU Baru
Kunjungi Morowali, Gubernur Kaltara Beberkan Rencana Pembangunan Industri di Mangkupadi
Serahkan Dokumen Lima Desa Wisata Baru, Pemprov Siap Angkat Pariwisata Kaltara
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Alhamdulillah, Kaltara Tambah Pundi medali Lewat Cabor Tembak
Next Article Gapasdap Inginkan Suplai SPBB Menjadi Perhatian
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?