By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Belum Selesai Covid-19, Hepititis Juga Menjadi Perhatian IDAI
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Belum Selesai Covid-19, Hepititis Juga Menjadi Perhatian IDAI
KESEHATANPEMKOT TARAKAN

Belum Selesai Covid-19, Hepititis Juga Menjadi Perhatian IDAI

Redaksi
Last updated: 21 Mei 2022 22:19
Redaksi
4 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Hingga saat ini kasus pandemi Covid-19 di tanah air semakin melandai. Sehingga pemerintah mulai mengendurkan Protokol Kesehatan dan kembali menerapkan aktivitas seperti biasa.

Namun belum selesainya pandemi covid-19, Kementerian Kesehatan mengeluarkan instruksi agar masyarakat selalu memastikan asupan makanan yang dikonsumsi dalam keadaan higienis dan kebersihan tangan.

Saat dikonfirmasi, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kaltara, dokter Franky Sientoro, Sp.A mengungkapkan, pada dasarnya hepatitis akut dapat menyerang anak usia sampai dengan 16 tahun.
Hepatitis merupakan infeksi peradangan di sel hepar atau yang biasa dikenal dengan liver.

“Saat ini penularannya masih diselidiki. Awalnya, penularan diduga berkaitan dengan vaksin, tapi kesimpulan dari WHO menegaskan bahwa kasus hepatitis ini tidak berkaitan dengan vaksin. Tapi, apakah berkaitan dengan Covid-19, bisa ya, bisa tidak,” terangnya, (21/5/2022).

Diketahui, beberapa gejala yang harus diwaspadai adalaglh pada saluran cerna yang membuat anak menjadi demam, radang, muntah, diare, mencret hingga kejang. Ia meminta jika ada kasus serupa gejala ini bisa dilaporkan untuk dilakukan pemeriksaan pada gangguan fungsi liver anak.

“Penularan hepatitis akut juga dapat terjadi saat makan, sehingga kebersihan makanan dan sanitasi diri menjadi hal penting untuk diperhatikan. Masyarakat yang sering makan lalapan tanpa dimasak dulu juga diharapkan bisa mengurangi kebiasaan saat ini,”terangmua.

Meski status hepatitis akut saat ini bukan pandemi, masyarakat diminta agar tetap menjaga kebersihan makanan yang akan dikonsumsi. Terlebih lagi hingga saat ini penyebab dan obat hepatitis akut belum diketahui.

Print Friendly, PDF & Email
Amazon has 143 billion reasons to keep adding more perks to Prime
Hadiri Pelantikan KKSS, Gubernur Kaltara Berharap Masyarakat Terus Menjaga Keharmonisan
Sudah Masuk Ke Indonesia, Pemerintah Waspadai Cacar Monyet
Terus Maksimalkan Retribusi, Capaian Pajak Kendaraan Tarakan Sentuh 75 Persen
Mapolres Tarakan Musnahkan 88,55 Gram Narkotika
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Beri Kenyamanan Masyarakat, Ruang Tunggu Bandara Juwata Dipoles
Next Article Segera Berangkat, Ini Jumlah Kuota CJH Tarakan
1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?