By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Nelayan Rawan Alami Kecelakaan, KNTI Harapkan Jaminan Sosial
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Nelayan Rawan Alami Kecelakaan, KNTI Harapkan Jaminan Sosial
KALTARA

Nelayan Rawan Alami Kecelakaan, KNTI Harapkan Jaminan Sosial

Redaksi
Last updated: 26 Mei 2021 15:35
Redaksi
5 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Rawannya kecelakaan laut yang dialami nelayan, angka kecelakaan laut pada nelayan terus bertambah. Sehingga hal tersebut menimbulkan kekhawatiran besar begi nelayan tradisional di Kota Tarakan.

Melihat kondisi tersebut, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kalimantan Utara mengusulkan adanya jaminan sosial bagu nelayan. Mengingat nelayan juga memiliki kontribusi besar dalam penangkapan hasil prikanan. Hal itu diungkapkan Rustan selaku ketua KNTI Kaltara.

“Nelayan sangat rawan oleh kecelakaan di laut, memang perlu adanya jaminan sosial untuk melindungi nelayan dan keluarga.
Karena dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan Nelayan sudah mengatur apa yang harus dilakukan pemerintah daerah terhadap nasib nelayan,”ujarnya, (24/5).

Ia menerangkan, sedikitnya terjadi lima kecelakaan laut yang menimpah nelayan. Sehingga pihaknya mengusulkan kepada pemerintah adanya asuransi bagi nelayan.

“Kami sudah komunikasikan dengan Wali Kota untuk merancang perlindungan sosial dengan cara subsidi,”tukasnya.

Menurutnya, hilangnya nelayan warga RT 17 Kelurahan Lingkas Ujung saat sedang melaut seharusnya menjadi perhatian serius. Mengingat kejadian tersebut telah terjadi kesekian kalinya.

“Kemarin Pak Wali mengatakan secara pribadi kalau dia masih berpikir bagaimana laka laut nelayan bisa diperhatikan. Dulu memang ada perlindungan sosial seperti asuransi, tapi belum maksimal, sekarang malah tidak ada lagi,”bebernya.

Ditegaskannya, asuransi dapat mengutamakan nelayan yang beresiko tinggi. Lanjutnya, pemberian asuransi dapat dilakukan dengan membuat kebijakan subsidi bagi nelayan yang rutin dan rajin mengurus dokumen sebagai syarat untuk melaut.

“Saat ini jumlah nelayan sekitar 4 ribu di Tarakan, tapi di Tarakan yang terdata baru sekitar 800 nelayan. Kita bayangkan dengan jumlah seperti berapa banyak ikan yang dihasilkan,”tandasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Klaim Tanah Dicaplok TPU, Warga Juata Mengadu ke DPRD
Pekan Pemuda GKII Desa Pimping, Ekonomi Masyarakat Meningkat
Gubernur Zainal Pimpin Upacara Hari Amal Bhakti ke-79.
Gubernur Kaltara Kembali Torehkan Prestasi
Perlu Penyesuaian, Komite III DPD-RI Dorong Pemerintah Tambah Kuota Ibadah Haji
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Diskusi Hadiri Coffee Morning, Gubernur Kaltara Gunakan Sepeda
Next Article Jaga Sinergitas, Inhutani Lakukan Silaturahmi Bersama Gubernur Kaltara
6 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?