By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Lapangan Pertambahan Alami Pertumbuhan 7,85 Persen
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Lapangan Pertambahan Alami Pertumbuhan 7,85 Persen
KALTARA

Lapangan Pertambahan Alami Pertumbuhan 7,85 Persen

Redaksi
Last updated: 28 Agustus 2022 22:54
Redaksi
4 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Lapangan usaha pertambangan mencatatkan kinerja pertumbuhan ekonomi positif di tahun 2022. Ini tercermin dari capaian pertumbuhan 7,85 persen di semester awal 2022.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Utara, Slamet Romelan mengatakan, pada triwulan II, lapangan usaha pertambangan dan penggalian didorong tumbuh pada beberapa sub lapangan usaha.

“Pertambangan batu bara dan lignit tumbuh 10,40 Persen, pertambangan bijih logam tumbuh 8,66 persen, serta pertambangan dan penggalian lainnya tumbuh 7,58 persen,” kata Slamet, belum lama ini.

Lanjut dia, terjadi peningkatan produksi batu bara sekitar 5 persen. Hal ini disebabkan kuota produksi meningkat dari 8,5 juta ton menjadi 9,5 juta ton.

Di sisi lain, tingginya permintaan ekspor batu bara di india lebih dari USD100 juta. Ini sebagai dampak tingginya permintaan untuk pembangkit listrik sebagai akibat musim panas di india.

“Meskipun produksi di China meningkat, Kaltara juga menjadi salah satu mitra dagang terpilih. Di samping itu, Kaltara memiliki peluang ekspor batu bara ke Jerman,” paparnya.

Pulihnya aktivitas perekonomian pascapandemi Covid-19 di sejumlah negara turut mendongkrak tingginya permintaan batubara global. Konsumsi listrik Tiongkok dan India yang tinggi patut diperhitungkan sebagai faktor utama ketetapan HBA.

“Ini juga akan mempengaruhi ekspor batu bara dari Kaltara sebagai salah satu mitra dagang utama,” ujarnya.

Adapun, sanksi embargo energi yang terjadi merupakan buntut dari masih memanasnya konflik Rusia-Ukraina. Sehingga harga komoditas batubara global pun ikut terpengaruh.

“Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga batu bara acuan (HBA) sebesar US$288,4 per ton pada April 2022. HBA ini merupakan yang tertinggi sejak HBA pertama kali dicatat. Grafiknya juga terus mengalami peningkatan,” tutupnya.

Print Friendly, PDF & Email
Go International, Rumput Laut Kaltara Terbang Jajal Pasar Ekspor
Gubernur Zainal Pimpin Upacara Hari Amal Bhakti ke-79.
Sudah Tak Awasi SPBU Lagi, Satpol PP Tarakan Jelaskan Penyebabnya
Sakit Hati Sering Diomeli, Seorang ART Rampok Barang Berharga Majikannya
Belum Miliki Kantor, Pemprov Kaltara FKUB Pembangunan Kantor Tahun Depan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Lagi Transaksi Chip Judi Online, Dua Pria Diamankan Polisi
Next Article Sudah Masuk Ke Indonesia, Pemerintah Waspadai Cacar Monyet
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?