By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Hasan Basri Soroti Rencana Pembukaan 20 Juta Hektar Hutan oleh Kemenhut, HB :Solusi atau Ancaman
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Hasan Basri Soroti Rencana Pembukaan 20 Juta Hektar Hutan oleh Kemenhut, HB :Solusi atau Ancaman
KALTARAPEMERINTAHAN

Hasan Basri Soroti Rencana Pembukaan 20 Juta Hektar Hutan oleh Kemenhut, HB :Solusi atau Ancaman

Redaksi
Last updated: 6 Januari 2025 14:55
Redaksi
1 tahun ago
Share
SHARE

JAKARTA – Rencana Menteri Kehutanan Republik Indonesia untuk membuka 20 juta hektar lahan hutan demi kepentingan energi dan pangan mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak, termasuk Senator asal Kalimantan Utara, Hasan Basri. Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi kerusakan ekologis yang dapat ditimbulkan oleh kebijakan ini, yang mencakup lahan seluas dua kali Pulau Jawa.

“Pembukaan lahan ini bisa mengancam lingkungan dan masa depan bangsa,” tegas Hasan Basri. Ia juga mempertanyakan urgensi kebijakan tersebut, mengingat pemerintah sebelumnya sudah membuka lahan untuk program lumbung pangan, namun dampaknya bagi masyarakat masih belum jelas.

Menurut Hasan Basri, pemerintah seharusnya fokus pada pemberdayaan lahan yang sudah ada, termasuk lahan bekas Proyek Lahan Gambut Jutaan Hektar di Pulau Kalimantan. Ia mengusulkan agar intensifikasi pertanian dan modernisasi pengelolaan lahan menjadi solusi yang lebih berkelanjutan. “Alih-alih membuka hutan baru, pemerintah seharusnya memanfaatkan lahan yang ada dan memberdayakan petani dengan teknologi modern. Ini akan meningkatkan produktivitas tanpa merusak lingkungan,” ujarnya.

Hasan Basri juga mendesak pemerintah untuk transparan dalam mempertanggungjawabkan hasil program-program sebelumnya, terutama yang terkait dengan food estate dan lumbung pangan di Kalimantan. “Tidak perlu membuka lahan baru, fokus pada hasil yang sudah dicanangkan sebelumnya,” tambahnya.

Mengenai status kawasan hutan di Pulau Kalimantan, Hasan Basri menekankan pentingnya evaluasi kebijakan yang adil dan arif. Ia berharap pemerintah dapat memberikan keadilan serta kepastian hukum bagi masyarakat yang terdampak.

Sebagai penutup, Hasan Basri mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawal kebijakan pemerintah demi masa depan yang lebih baik. “Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” serunya, mengingatkan pentingnya partisipasi aktif dalam menjaga kelestarian alam dan kesejahteraan rakyat.

Print Friendly, PDF & Email
Masih Tahap Uji Coba, Kamera ETLE Bakal Dilaunching Dalam Waktu Dekat
Bertambahnya Pemukiman Di WKP, Pemkot Upayakan Solusi
Surat Antigen Palsu Beredar, Begini Cara membedakannya
Perangi Narkotika, Ingatkan Prajurit Agar Tidak Berurusan Dengan Narkoba
Tolak Penyebaran HIV, Gubernur: Jauhi Virusnya Bukan Orangnya
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Pekan Olahraga Muhammadiyah Tarakan: Ajang Silaturahmi dan Prestasi Warga Persyarikatan
Next Article Terima APBD Award, Gubernur Optimistis pada Peningkatan PAD Kaltara
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?