By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Buku Batik Kaltara Warnai Hari jadi Bumi Benuanta
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Buku Batik Kaltara Warnai Hari jadi Bumi Benuanta
KALTARAPEMERINTAHAN

Buku Batik Kaltara Warnai Hari jadi Bumi Benuanta

Redaksi
Last updated: 23 Oktober 2021 23:22
Redaksi
4 tahun ago
Share
SHARE

TANJUNG SELOR – Kehadiran buku batik Kalimantan Utara (Kaltara) telah mewarnai hari jadi Provinsi Kaltara ke-9 tahun, yang diperingati 25 Oktober 2021.

Buku dengan judul Kriya Batik Kaltara itu, kini telah resmi diterima oleh Gubernur Kaltara, Drs H.Zainal A.Paliwang, SH, M.Hum. Penyerahan buku dilakukan oleh salah satu Tim Penulis, Mansyur di ruang kerja Gubernur, Kamis (21/10/2021).

“Alhamdulillah, segala puji syukur kehadirat Allah SWT, atas perkenan dan segala limpahan karunia-Nya buku berjudul “Kriya Batik Kaltara“ ini dapat diterbitkan,” ucap Gubernur kepada penulis.

Dikatakan Gubernur, setiap daerah di Indonesia memiliki keunikan batik sebagai ciri khasnya masing-masing, termasuk provinsi bungsu ini.

“Dengan menggunakan batik lokal kita telah memberikan dukungan secara tidak langsung terhadap produk lokal yang dapat mendukung ekonomi kreatif dan melestarikan budaya,” ujarnya.

Kaltara, lanjut pria kelahiran Makassar ini, memiliki beragam motif batik yang sangat khas dan arti pada setiap tarikan goresannya. Bahkan tersebar di lima kabupaten/kota.

“Selaku Gubernur Kalimantan Utara, saya melihat hal ini sebagai sebuah potensi yang harus dikembangkan dan kekayaan budaya yang harus kita lestarikan,” tegasnya.

Ia mengharapkan penggunaan batik Kaltara dapat memperkenalkan dan meningkatkan potensi budaya daerah, mendorong peningkatan pemanfaatan produk dan industri daerah.

Tak hanya itu, juga sebagai ajang promosi pemberdayaan dan peningkatan hasil produk lokal untuk kesejahteraan pelaku usaha, serta meningkatkan daya saing produk.

“Saya juga telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 21 Tahun 2021 tentang Pedoman Penggunaan Batik Khas Daerah Provinsi Kalimantan Utara. Melalui peraturan tersebut, Pemprov Kaltara telah menetapkan bahwa batik lokal wajib digunakan di hari Kamis dan Jumat, tanggal 25 setiap bulan, serta acara resmi kedinasan lainnya,” sebut Gubernur.

“Dengan diterbitkannya Buku Kriya Batik Kaltara yang memuat sebaran pembatik yang ada di Kalimantan Utara, karakter motif batik Kalimantan Utara dan potensi ekonomi dari industri kreatif batik, saya berharap kita dapat semakin mengenal dan memperkenalkan batik Kalimantan Utara,” sambungnya.

“Semoga buku ini bermanfaat bagi pembaca dan kita semua dapat berpartisipasi melestarikan budaya yang kita miliki sebagai salah satu upaya mewujudkan Kalimantan Utara yang Berubah, Maju dan Sejahtera,” demikian Gubernur.

 

Mansyur selaku penulis menuturkan lahirnya buku batik Kaltara setebal 147 halaman tersebut guna memberi informasi mengenai keberagaman dan kekayaan motif batik lokal.

“Garis besarnya adalah bahwa batik di Kaltara juga ada, dan mulai kian menggema ketika seruan kepala daerah untuk penggunaan batik lokal,” terangnya.

Ia mengungkapkan buku Kriya Batik Kaltara menyampaikan informasi sebaran pembatik di Kaltara. Termasuk karakter motif batik Kaltara, potensi ekonomi dari industri kreatif batik dan lainnya.

“Kita mulai kerjakan buku ini sejak awal Agustus lalu dengan mengambil berbagai data dari para pembatik batik, serta pihak konsumen dan pemerintah daerah. Kemudian di bulan Oktober sudah masuk evaluasi dan pencetakan hingga akhirnya selesai sesuai yang ditargetkan, atau tepat sebelum hari jadi Kaltara,” bebernya.

Print Friendly, PDF & Email
Relawan Padukuhan Konco SULTON Bersatu Menangkan Sulaiman-Adri Patton di Pilgub Kaltara
Masih Penyidikan, Sopir Truk Kecelakaan Maut Disebut Lalai?
Masih Masa Pandemi, Umat Konghucu Belum Anjurkan Lakukan Barongsai
Dr. Khairul dan Arvan Taufiq Arsyad Bahas Pilkada Tarakan
Lewat Dana RT Kampung Tias Harus Jadi Pilot Project Kawasan Wisata Desa Terapung
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Begini Makna Logo HUT ke-9 Kaltara
Next Article Kompak, Rachmawati Zainal-Ping Yansen: Bangga Buatan Indonesia, Bangga Buatan Kaltara
9 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?