By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Optimis Terhadap Kebangkitan Ekonomi, Istana Intruksikan Daerah Segera Belanjakan APBD
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Optimis Terhadap Kebangkitan Ekonomi, Istana Intruksikan Daerah Segera Belanjakan APBD
KALTARAPEMERINTAHANPEMKAB BULUNGANPEMKAB MALINAUPEMKAB TANA TIDUNGPEMKOT TARAKANPOLITIK

Optimis Terhadap Kebangkitan Ekonomi, Istana Intruksikan Daerah Segera Belanjakan APBD

Redaksi
Last updated: 29 April 2021 19:27
Redaksi
5 tahun ago
Share
SHARE

TANJUNG SELOR- Pasca 1 tahunnya pandemi covid-19 melanda Indonesia, sejumlah parameter pemulihan ekonomi telah menunjukkan hasil menggembirakan. Sehingga kondisi tersebut membuat Pemerintah optimistis bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2021 sebesar 4,5 hingga 5,5 persen dapat tercapai.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat memberikan arahan secara virtual kepada seluruh kepala daerah se-Indonesia, yang juga dihadiri Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A.Paliwang, pada Rabu, 28 April 2021.

“Kenapa kita optimistis? Karena sudah kelihatan sekarang pabrik, industri, atau manufaktur sudah bergerak. Itu tercermin di dalam yang namanya purchasing manager index yang pada sebelum pandemi itu berada di angka 51 sekarang justru berada di atas kenormalan sebelum pandemi, yaitu di angka 53,2,” kata Presiden di Istana Negara, Jakarta sebagaimana dikutip dari keterangan pers Biro Pers Sekretariat Presiden, Kamis (29/4).

Hal serupa diperoleh dari tingkat konsumsi listrik baik industri, rumah tangga, maupun pemerintahan, juga kenaikan terhadap impor barang modal yang diperlukan untuk menggerakkan sektor industri hingga sebesar 33,7 persen setelah sebelumnya mencatat nilai negatif.

Demikian pula dengan kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen dari sebelumnya 84,9 yang kini telah berada di angka 93 serta Indeks Penjualan Ritel yang juga meningkat di bulan Maret ini.

“Artinya ada demand di situ, ada permintaan di situ, ada belanja di situ, ada konsumsi. Kelihatan di Indeks Penjualan Ritel,” tuturnya.

Oleh sebab itu, untuk menjaga momentum positif tersebut, Presiden Joko Widodo mengingatkan kepala daerah untuk menyegerakan belanja APBD, khususnya belanja modal.

Kepala Negara mencermati bahwa per akhir Maret lalu, belanja modal baru terealisasi sebesar 5,3 persen. Padahal, perputaran uang yang dihasilkan melalui belanja modal tersebut akan sangat menentukan pertumbuhan ekonomi.

“Jadi transfer dari pusat ke daerah itu tidak dibelanjakan, tapi ditaruh di bank. Ini yang menyebabkan nanti mengerem laju pertumbuhan ekonomi. Akhir Maret saya lihat di perbankan daerah ada Rp182 triliun. Tidak segera dibelanjakan,” ucapnya.

Selain itu, bantuan sosial untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi ini juga harus segera disalurkan.

Konsumsi masyarakat melalui sejumlah bantuan tersebut, selain dapat membantu masyarakat, nantinya juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Yang saya lihat per April kemarin yang sudah tersalurkan baru 32 persen. Masih kecil sekali, baru Rp1,5 triliun. Angka-angka seperti ini selalu saya ikuti sehingga sore hari ini saya ingatkan kembali karena itu penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional,” tutup Jokowi.

Print Friendly, PDF & Email
Berpotensi Reuni, Nasdem-PKB Berikan Sinyal Koalisi
NU Market resmi hadir di Tarakan, langkah baru PCNU dalam Kemandirian Ekonomi Ummat
Dua Kru Kapal Ikan Laporkan Penganiayaan ke Pomal Lantamal XIII Tarakan
Andi Sulaiman-Adri Patton Menjadi Bintang di Debat Kedua
Usai Lebaran Volume Sampah di TPA Aki Babu Meningkat Tajam
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Respon Intruksi Kementrian Istana, Pemprov Kaltara Wacanakan Bangun Sumber Energi Terbarukan Hydro Power
Next Article Berbelasungkawa, Zainal Paliwang Merasa Kehilangan Salah Satu tokoh Terbaik Kaltara
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?