By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: DP3APPKB ; Pendampingan Anak Bukan Hanya Tanggung Jawab Pemerintah
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » DP3APPKB ; Pendampingan Anak Bukan Hanya Tanggung Jawab Pemerintah
KALTARAPEMKOT TARAKAN

DP3APPKB ; Pendampingan Anak Bukan Hanya Tanggung Jawab Pemerintah

Redaksi
Last updated: 1 September 2022 21:38
Redaksi
4 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Adanya kasus perkelahian anak yang sempat mengebohkan warga Tarakan beberapa waktu lalu, menjadi perhatian khusus Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Tarakan.

Saat dikonfirmasi, Kepala DP3APPKB Tarakan Hj Mariyam meneranykan, kasus perkelahian anak yang melibatkan pelajar di Kota Tarakan belum lama ini, sebenarnya merupakan bagian terkecil dari yang terpublish di media sosial. Menurut dia, seharusnya dalam hal ini masyarakat tidak terfokus pada perkelahiannya, melainkan pendampingan terhadap anak jika ada kasus.

“Selama ini kami mengakui selalu mendampingi sekecil apapun proses dan dampaknya selagi menjadi tupoksi kami. Bisa kita damping. Sebenarnya itu bagian terkecil dari indikator penilaian kota layak anak,”ujarnya.

Menurutnya, seharusnya upaya preventif tidak hanya dilakukan OPD saja, melainkan tanggung jawab seluruh stakeholders termasuk media massa. Misalnya ia mencontohkan Pertamina kerap melakukan program bersama Forum Anak seharusnya dapat terpublish dengan masif.

“Saat ini program forum melakukan pendampingan Kampung Nelayan, di belakang BRI dan Amal melakukan simulasi, pengobata massal, dalam bentuk permainan juga ada, ini seharusnya terpublish maksimal,”tuturnya,.

Menurutnya dalam hal ini juga menyoal perkelahian melibatkan anak menjadi tugas orangtua dan sekolah agar tidak kembali terulang.

Print Friendly, PDF & Email
Maksimalkan Renovasi Tengguyun, Kementrian Perdagangan Kucurkan Bantuan
Resmi Dilantik, Dewan Pendidikan Diharapkan Bantu Gubernur Tingkatkan Pelayanan Pendidikan
Kapolres Tarakan Akan Sosialisasikan E-TLE Saat Pelaksanaan Operasi Zebra
Menghindari Tabrakan Maut Mobil Avanza Milih Terjun Ke Parit
Zainal-Ingkong Ala Komitmen Jaga Toleransi dan Keberagaman di Kaltara 
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article DWP Kaltara Pererat Silaturahmi
Next Article Harga Telur Naik, Pemkot Tarakan Sebut Akibat Multiplayer Efect Isu Kenaikan BBM
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?