By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Kasus Kekerasan Seksual Pada Anak Alami Peningkatan
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Kasus Kekerasan Seksual Pada Anak Alami Peningkatan
KALTARAPEMKOT TARAKAN

Kasus Kekerasan Seksual Pada Anak Alami Peningkatan

Redaksi
Last updated: 15 Juli 2022 22:59
Redaksi
4 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kota Tarakan, membuat Tarakan menjadi salah satu daerah dengan kasus kekerasan pada anak tertinggi di Kaltara. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Tarakan mencatat terjadi peningkatan kasus kekerasan seksual pada anak di tahun 2022.

Saat dikonfirmasi, Kepala DP3A-PPKB Kota Tarakan, Hj Maryam menjelaskan data 2022 menunjukan sebanyak 70 kasus kekerasan seksual pada anak di bawah umur. Tahun 2021 tercatat sebanyak 36 kasus.

“Kasus kekerasan pada anak.tercatat sejak Januari sampai Juni sudah mau 70-an,” sebutnya. Adapun awal dari kasus di tahun 2022 terjadi di salah satu pesantren yang ada di Kota Tarakan dengan belasan korban,”ujarnya.

Ia menjelaskan, baru-baru ini terdapat oknum guru ngaji yang melakukan hal serupa. Ia menyebut bahwa korban terbanyak berada di Pesantren wilayah Utara Tarakan dengan total 40 korban.

“Kami melakukan kerjasama dengan Himpunan Psikolog Indonesia (Himpsi) untuk melakukan terapi kelompok. Karena setiap ada korban kita terapi, karena Himpsi ada intelektual terapinya. Ada juga yang ditangani secara private seperti korban yang dicabuli oleh ayah kandung dan kakak kandungnya,”tuturnya.

Dikatakannya, sebelumnya juga terdapat korban berusia 11 tahun yang baru saja melahirkan karena perbuatan keji dari oknum tak bertanggung jawab. Ia mengungkapkan bahwa anak di bawah umur juga tidak mengetahui dampak buruh dari perbuatan seksual seperti resiko penyakit.

“Orang tuanya itu juga tidak tahu kalau hamil, yang tahu malah gurunya dan membuat laporan ke kami dan ke orang tuanya melaporkan, ya semua tidak menyangka,” sebutnya.

Print Friendly, PDF & Email
Pelaku Tabrak Lari di Selumit Akhirnya Menyerahkan Diri
Upaya Tekan Kemiskinan, Gubernur Apresiasi Tim SKALA
Pastikan Tidak Beli Hewan Kurban Dari Luar
Sinergi Pentahelix Wujudkan Siap Siaga Bencana di Kaltara
Persidangan Masih Berproses, Pedagang THM Kecewa Adanya Pemasangan Plank Baru
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article 20 Pendaftar Magang Akan Ikuti Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang
Next Article Dukung Edukasi Calon Pemilih Pemula
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?