By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Masuki Musim Pancaroba, Begini Pesan BMKG Kepada Nelayan
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Masuki Musim Pancaroba, Begini Pesan BMKG Kepada Nelayan
PEMKOT TARAKAN

Masuki Musim Pancaroba, Begini Pesan BMKG Kepada Nelayan

Redaksi
Last updated: 13 Mei 2022 22:20
Redaksi
4 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Berdasarkan prediksi yang dilakukan oleh BMKG, cuaca kini sudah memasuki musim pancaroba. Peralihan dari musim penghujan, ke musim kemarau. Hal ini disampaikan M.Sulam Khilimi, Kepala BMKG Kota Tarakan, Jumat (13/05/2022).

Diungkapkan Khilimi, terhadap cuaca ekstrem masih terjadi di Mei 2022 selama pancaroba pihaknya mengingatkan nelayan di laut untuk waspadai gelombang tinggi.

“Dengan adanya tingginya pertumbuhan awan hujan, berdampak kepada gelombang. Ini sejalan atau empiris antara pertumbuhan awan hujan dengan adanya angin kencang dan ini menimbulkan naiknya tinggi gelombang,” ungkapnya.

Selanjutnya, kata dia, di Kaltara gelombang laut sudah mencapai zona kuning. Sehingga, khusus bagi nelayan kecil agar tetap waspada. Sementara kapal besar khususnya kapal cargo sementara ini tidak berdampak.

“Jadi untuk kapal kecil sudah berbahaya. Sudah mencapai 2 meter beberapa hari terakhir ini, Kaltara sudah mulai mencapai zona kuning gelombangnya,” tambah Khilimi.

Selain itu, Khilmi menuturkan mengenai perkiraan kondisi gelombang memang tidak begitu besar yakni di kisaran antara 2 meter, dan diperkirakan bisa sampai 7 hari ke depan masih terjadi gelombang tinggi.

“Hal ini penyebabnya karena adanya perbedaan suhu muka air laut antara 1 derajat dan tiga derajat dan ini yang menjadi pemicu pertumbuhan awan hujan dan menyebabkan tinggi gelmbang,” tandasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Mendapat Dukungan Komunitas Bugis, Hasan Basri Sampaikan Begini
Masih Tahap Uji Coba, Kamera ETLE Bakal Dilaunching Dalam Waktu Dekat
Intruksikan Penerapan RT Siaga & Kampung Trengginas, Tekan Penularan kasus Covid-19
Kapolres Tegaskan, Polisi Tak Miliki Wewenang Beri Perizinan
Dapat Aduan dari Warga Pantai Amal, Komite III DPD RI Ingatkan Hasil Kesepakatan Bersama
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Akibat Konsleting Likstrik, Pangkalan Elpiji Nyaris Jadi Abu
Next Article Gubernur : Perpindahan Ibukota Menurunkan Kesenjangan
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?