By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Pemkot Akui Peran Tenaga Honorer Masih Sangat Dibutuhkan
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Pemkot Akui Peran Tenaga Honorer Masih Sangat Dibutuhkan
PEMKOT TARAKAN

Pemkot Akui Peran Tenaga Honorer Masih Sangat Dibutuhkan

Redaksi
Last updated: 8 April 2022 20:01
Redaksi
4 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Adanya instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait wacana dihapusnya tenaga honorer di jajaran abdi pemerintahan, menimbulkan dilema pada Pemerintahan setiap daerah. Tidak terkecuali Kota Tarakan.

Saat dikonfirmasi, Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes mengakui, cukup sulit dalam merealisasikan intruksi tersebut. Pasalnya sejauh ini peran tenaga honorer di pemerintahan daerah tidak sedikit memegang peran vital dalam menjalankan tugas pokok fungsi (Tupoksi) dalam pelayanan. Sehingga, tanpa adanya honorer membuat roda layanan pemerintah tidak dapat berjalan normal.

“Kami harapkan tenaga honorer kalau memang masih butuh ya diangkat menjadi tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK),” ungkapnya (9/4/2022).

Selain itu, menurutnya meski seluruh tenaga kontrak ini mengikuti ujian PPPK maka tidak semua dapat terakomodir untuk lulus lantaran terbatasnya anggaran daerah.
Sehingga, sejak beberapa dekade pemerintah mengambil kebijakan dengan tidak mengangkat lagi tenaga honorer baru, terlebih lagi yang menyangkut administratif.

“Tentu tidak ada PNS yang mau menjadi sopir, tidak ada juga pengangkatan CPNS untuk menjadi sopir, misalnya lagi cleaning service dan penjaga malam sampai penyapu jalan, itu kami gunakan tenaga outsourcing semuanya,”terangnya.

“Dari keseluruhan jumlah tenaga kontrak yang dibutuhkan, tidak mungkin beberapa yang diberhentikan karena sifatnya masih dibutuhkan. Meskipun, pendidikan akhir dari tenaga kontrak tersebut hanya jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP),”pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Fokus Pada Pemutakhiran Data, Bawaslu Enggan Tanggapi Peredaran Kartu Pemilu Palsu
Nyatakan Mosi Tidak Percaya, Aliansi Masyarakat Kecil Gelar Aksi Turun ke Jalan
Bobol Konter HP, Seorang Pria Gasak Berbagai Macam Handphone senilai Puluhan Juta Rupiah
Gelar Lomba Opini Se-Kaltara, M.Ramli Peserta Asal Tarakan Keluar Sebagai Juara
Kembali Tegaskan Program Vaksinasi Gratis
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Musrenbang RKPD Kaltara 2023, Wagub Yansen : Satukan Tekad dan Kerangka Pemikiran
Next Article Di Hadapan Komisi X, Gubernur Perjuangankan Status GTK Honorer
5 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?