By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Aksi Aliansi Masyarakat Kecil, Ingatkan PDAM Tidak Berbisnis
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Aksi Aliansi Masyarakat Kecil, Ingatkan PDAM Tidak Berbisnis
KALTARAPEMERINTAHAN

Aksi Aliansi Masyarakat Kecil, Ingatkan PDAM Tidak Berbisnis

Redaksi
Last updated: 1 Maret 2022 22:33
Redaksi
4 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Setelah aksi pertama tidak membuahkan hasil, kini Aliansi Masyarakat Kecil melakukan aksi Jilid II dengan kembali membawa tuntutam yang sama. Namun aksi kali ini cukup berjalan tertib dan akhirnya puluhan mahasiswa dapat berdiskusi kepada mahasiswa secara langsung.

Dalam diskusi, salah seorang mahasiswa yakni Ketua PC PMII Tarakan, M. Nizam menyoroti kenaikan tarif yang baru saja dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam Kota Tarakan. Menurutnya, saat ini Perumda seakan menjalankan bisnis kepada masyarakat.

“Saya ingin menyoroti soal PDAM yang katanya untung, terkait Perda Nomor 6 yang baru pagi tadi terjadi, sebuah hal dari PDAM menyoal dividen, tapi di sisi lain tidak menggunakan logika bisnis, ada keuntungan menyumbang ke kas daerah tapi ada kenaikan tarif,” ungkapnya, Selasa (1/3/2022).

Ia menceritakan, kenaikan tersebut hampir menyentuh 70 persen. Sehingga menurutnya hal ini cukup mencekik masyarakat di tengah ekonomi yang sulit.

“Masyarakat agak kaget, yang tadinya bayar Rp30 ribu jadi Rp100 ribuan bahkan lebih, memang kami harus akui intensitas air lebih kencang dari sebelumnya,” katanya.

Ia menjelaskan, sebagai mahasiswa pihaknya hanya bisa berharap kepada DPRD, khususnya Komisi II untuk dapat kembali melakukan pengkajian dalam segi akademisi.

“Mohon dikaji lagi apakah kenaikan tarif sudah sesuai dengan pendapatan masyarakat, ini bentuk pengawasan yang perlu dipertanyakan,”pintanya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Tarakan, M. Yunus mengungkapkan jika pihaknya berencana melakukan pemanggilan PDAM jika memang masyarakat merasakan keluhan. Kendati begitu, ia cukup mengapresuasi PDAM saat ini yang berhasil mencatat sejarah dengan memberi masukan bagi PAD,

“Kita akan evaluasi kan nanti pihak PDAM kalau masyarakat memang mengeluhkan dengan harga dan tarif yang ditentukan,” sanahnya.

Print Friendly, PDF & Email
Terungkap, Pelaku Pembakar Rumah di Malam Tahun Baru Akhirnya Tertangkap
Masuki Musim Pancaroba, Begini Pesan BMKG Kepada Nelayan
Kemah Pemuda, Gubernur Ajak Bersama-sama Bangun Kaltara
Sambangi Malinau, Hasan Basri Serahkan Bantuan Pendidikan dan Kesehatan
Terus Meningkat, Ekspor Kaltara Tembus ke Delapan Negara Asia
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article 23 Celebrity Tweets You Missed From The Golden Globes
Next Article Kasus Meningkat, PPKM 50 Persen Diterapkan
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?