By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Perahu Layak Pakai Pada Nelayan Belum 100 Persen
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Perahu Layak Pakai Pada Nelayan Belum 100 Persen
PEMKOT TARAKAN

Perahu Layak Pakai Pada Nelayan Belum 100 Persen

Redaksi
Last updated: 14 Oktober 2021 20:27
Redaksi
4 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Banyaknya kecelakaan laut yang terjadi di laut sepanjang tahun, menjadi cacatan khusus yang harus menjadi evaluasi bersama. Berdasarkan data Komite Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kalimantan Utara, jumlah nelayan di Tarakan mencapai 3 ribu orang. Dengan jumlah yang cukup besar, menimbulkan pelbagai persoalan yang dialami nelayan. Diantaranya, persoalan Bakar Minyak (BBM), kondisi perahu yang tidak layak pakai juga menjadi ancaman.

Saat dikonfirmasi, Ketua KNTI Kaltara, Rustam, berharap adanya akses ke pemerintah untuk permodalan kaum nelayan. Agar nantinya program itu dapat digunakan untuk peremajaan perahu.

“Mudah-mudahan ada program pemerintah untuk permodalan nelayan, perahu atau alat tangkap. Kalau beli baru, rata-rata di harga Rp20 juta, tetapi kalau (mesin) dongfeng lebih mahal lagi, bisa mencapai Rp100 juta,” ungkapnya, (11/10/2021).

Dari sekitar 3 ribu nelayan, terdapat sekitar 40 persen perahu tidak layak pakai karena rusak maupun mulai jabuk sehingga sangat membahayakan untuk digunakan melaut. Apalagi harus menghadapi gelombang saat cuaca buruk.

“Lumayan sih, sekitar 40 persen perahu nelayan tidak layak pakai. Kemudian penghasilan turun, hasil tangkap kita juga turun harganya,” lanjutnya.

“Masalah BBM yang tersendat juga berpengaruh kepada kami. Karena kebiasaan yang dilakukan saat melaut baru beli BBM, tapi kadang juga tidak tersedia di APMS dan SPBU,”tukasnya.

Lanjutnya, akhir-akhir ini nelayan cukup kesulitan mendapatkan BBM. Bahkan, saat ini yang tersedia adalah non subsidi.
Oleh karena itu, pihaknya berharap agar pemerintah dapat memfasilitasi untuk mendapatkan BBM dengan mudah.

“Kita minta perlakuan khusus kepada pemerintan supaya nelayan bisa mendapatkan BBM dengan mudah untuk melaut. Kalau di APMS maupun SPBU sudah sulit mendapatkan pertalite, terkadang nelayan beli ke tangan kedua dengan harga jauh lebih mahal,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Pasien Terus Bertambah, Ruang Perawatan RSUD Kian Sesak
Kapal Sembako Dilaporkan Karam Di Dekat Pulau Tibi
Lalu Lintas Dibenahi, Dishub Terapkan Arus Berputar Di Jalan Pulau sumatra
Perpustakaan Daerah Siap Terapkan E-library
Hadiri Milad ke 3, Zainal Paliwang Ingatkan Jajaran Benuanta Jaga Nama Baik
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Kaltara Menyeduh Jadi Ajang Promosi Kopi Lokal
Next Article Virus Yang Berada Di Tubuh Mayat Dalam Waktu Berhari Akan Mati
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?