By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Pandemi Membuat Masyarakat Rawan Alami Persoalan Finansial, Keretakan Rumah Tangga dan Stress
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Pandemi Membuat Masyarakat Rawan Alami Persoalan Finansial, Keretakan Rumah Tangga dan Stress
KALTARAPEMKOT TARAKAN

Pandemi Membuat Masyarakat Rawan Alami Persoalan Finansial, Keretakan Rumah Tangga dan Stress

Redaksi
Last updated: 28 September 2021 21:25
Redaksi
5 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN — Pandemi covid-19 berdampak pada dinamika keluarga Indonesia. Banyak variabel yang menjadi penyebab terjadinya perceraiaan suami istri selama pandemi covid-19. Hal tersebut tak hanya dipengaruhi kondisi kesehatan, tapi juga finansial.

Menurut Dosen Akademisi Universitas Borneo Tarakan (UBT) Hj. Cici Ismuniar Undunsyah, M.Psi mengatakan, hal tersebut itu terjadi karena adanya stressor, salah satu faktor dalam kehidupan manusia yang mengakibatkan terjadinya respon stres.

Hal ini dapat berasal dari berbagai sumber, baik dari kondisi fisik, psikologis, maupun sosial dan juga muncul pada situasi kerja, dirumah, dalam kehidupan sosial, dan lingkungan luar lainnya.

“Jadi memang kalau dilihat pandemi ini kan menyebabkan banyak aneka stressor, jadi kita ini memiliki stressor, hal ini dikarenakan adanya masalah kecil dan masalah besar,” jelasnya (09/28)

“Contoh masalah besarnya itu seperti ancaman perkawinan bagi para pasangan yang sudah menikah, pada masa pandemi covid ini kan kondisi stress itu meningkat,” sambungnya.

Sementara itu, berdasarkan penelitian Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada masa pendemi ini pola hidup keluarga dalam bidang ekonomi, pekerjaan, hingga keterucukupan kebutuhan primer itu semakin memburuk selama pandemi.

Dengan begitu, hal ini sangat berpengaruh pada sebuah ancaman perceraian. Pasalnya, selama pandemi perubahan ekonomi menurun drastis. Tak hanya perekonomian negara, namun juga perekonomian keluarga.

“Kenapa ada perceraian ya karena ada konflik dirumah tangga, salah satu hal yang menimbulkan konflik ya karena perubahan ekonomi dimasa pandemi. Jadi banyak sekali stress perkawinan membuat angka kasus perceraian di masa pandemi di Indonesia itu meningkat,” imbuhnya.

Dengan demikian, ia menjelaskan timbulnya stress perkawinan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya, faktor eksternal dan internal.

“Stress eksternal ini biasanya bersumber dari luar relasi, bisa pekerjaan ataupun faktor keuangan, bisa juga anak, mertua dan sebagainya. Sedangkan stress internal itu bersumber dari relasi pasangan, misalnya pasangan ini sering berselisih paham atau adanya kebiasaan buruk pasangan,” jelasnya.

Lebih jauh, ia membeberkan dalam hal ini langkah-langkah untuk mengatasi kasus perceraian yang dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan internal. Diantaranya ialah kedua pasangan harus mampu mengendalikan emosi.

“Kita harus mampu mengendalikan emosi, karena misalnya salah satu pasangan mampu mengendalikan emosi itu pasti tidak ada namanya berselisih yang berhari-hari,”

“Langkah-langkah mengendalikan emosi itu pertama kita harus tahu respon stress diri kita, kita harus bisa juga menenangkan diri sendiri, dan yang terakhir aktifkan akal sehat itu biasanya harus paham kondisi kapan harus kita bicara dengan pasangan kita. Selain itu, kita juga harus sering berkomunikasi dengan baik,” tutupnya

Print Friendly, PDF & Email
Pembungkaman Kemerdekaan Pers, Juga Bagian Dari Kejahatan Kemanusiaan
Bawa Sabu 150,31 gram,Seorang Nelayan Dibekuk Polisi
Lindungi Masa Depan Anak, Wagub Imbau Waspadai Sisi Buruk Teknologi
Berharap Pimpinan KKSS Dapat Menuangkan Gagasan Pembangunan
Masyarakat Isoman Disarankan Miliki Oximeter
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Diduga Konsleting, Dua Rumah Di Pantai Amal Hangus Dilahap Si Jago Merah
Next Article Sambangi Korban Kebakaran di Desa Malinau Hilir, Gubernur Salurkan Bantuan
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?