By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Pedagang Keluhkan Belum Masuknya Distribusi Pangan
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Pedagang Keluhkan Belum Masuknya Distribusi Pangan
PEMKOT TARAKAN

Pedagang Keluhkan Belum Masuknya Distribusi Pangan

Redaksi
Last updated: 4 Agustus 2021 14:08
Redaksi
5 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Diperpanjangnya Pemberlakuan Pembatasan Kebijakan Masyarakat (PPKM) level IV di Kota Tarakan menimbulkan keluhan bagi sejumlah pedagang di pasar tradisional. Pasalnya, Penerapan PPKM diduga menyebabkan sulitnya kapal barang masuk ke Kota Tarakan. Sehingga hal tersebut menimbulkan menipisnya stok sejumlah komoditas di pasar tradisional seperti Gula, Bawang merah/putih, sayur Kol, sawi putih dan kacang tanah.

Saat dikonfirmasi, salah satu pedagang di Pasar tradisional Gusher Damayanti, menerangkan, saat ini beberapa komoditas seperti sayur-mayur dan bumbu dapur mengalami kekurangan stok.

“Stok barang agak kurang, karena kapal barang dari Sulawesi belum ada yang masuk, kurang tahu juga sampai kapan kapal barang ini tidak masuk, mungkin selama PPKM ini kali ya, jadi ini juga berpengaruh sama pendapatan kami dan bisa jadi juga ada kenaikkan harga,” Ungkapnya, (3/8).

Dengan kondisi tersebut menyebabkan naiknya harga dari komoditas yang menipis tersebut. Namun menurutnya, kenaikan tersebut tidak signifikan.

“Karena kapal belum masuk ya, ada kenaikan harga lah seribu sampai dua ribu begitu, karena stoknya kurang kan, kapal barang yang membawa bahan pokok seperti kol, sawi putih, dan lain-lain.” Tambahnya.

Kendati demikian, Pedagang yang kurang lebih 10 tahun menggeluti usahanya ini mengaku dengan terdampaknya pemberlakuan pembatasan kebijakan masyarakat ini, sama sekali belum pernah merasakan adanya bantuan sosial yang diberikan dari pemerintah.

“Selama pandemi Covid-19 ini, saya nda pernah dapat bantuan juga, walaupun terdampak PPKM ini, sebagian disini juga ada yang dapat. Saya tidak tahu, karena saya tidak ngerti juga itu bantuan dari mana”

“Itu lah nda paham juga itu ngurus dimana, saya juga sudah pernah kekelurahan antar kartu keluarga, kartu tanda penduduk, saya tu kadang-kadang tanya RT saya, jawabnya dia (RT) susah katanya panjang urusan, maunya kau (RT) kasih kita petunjuk atau arahan jadi berani kita berani kan diri untuk mengurus” Tegasnya.

Lanjutnya, ia berharap pendemi ini segera selesai dan aktivitas bisa kembali normal tanpa ada batasan ruang gerak yang diberikan kepada masyarakat.

“Saya berharap ya tentunya pandemi ini segera selesai, aktivitas kembali normal seperti sebelum pandemi, jadi tidak ada ketakutan kita mau kesana-sini” Harapnya.

Print Friendly, PDF & Email
Cegah Potensi Kecelakaan, Jalur Satu Arah Diberlakukan
Rachmawati Zainal Nahkodai PKK Kaltara, Ping Yansen Dukung Penuh 10 Programnya
Polisi Grebek Pengedar Saat Lakukan Transaksi di Selumit Pantai
Effendhi Djuprianto Resmi Tinggalkan Golkar
Kesulitan Mendapat Pupuk Bersubsidi, Petambak Harapkan Perhatian Pemerintah
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Wajib Belajar 16 Tahun Bagian dari Persiapan Generasi Emas Kaltara
Next Article Indeks Inovasi Kaltara Capai Status Sangat Inovatif
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?