By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Wajib Belajar 16 Tahun Bagian dari Persiapan Generasi Emas Kaltara
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Wajib Belajar 16 Tahun Bagian dari Persiapan Generasi Emas Kaltara
PEMKOT TARAKAN

Wajib Belajar 16 Tahun Bagian dari Persiapan Generasi Emas Kaltara

Redaksi
Last updated: 4 Agustus 2021 14:03
Redaksi
5 tahun ago
Share
SHARE

 

TANJUNG SELOR – Program wajib belajar 16 Tahun digagas Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Drs H. Zainal A.Paliwang, SH, M.Hum dan Wakil Gubernur (Wagub) Dr Yansen TP, M.Si untuk mempersiapkan generasi yang memiliki daya saing.

Karena menurut Wagub Yansen, mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul harus dilakukan mulai sekarang. Demi masa depan daerah menyambut generasi emas Indonesia pada 2045 mendatang.

“Karena kalau kita tidak persiapkan mulai sekarang, mampukah mereka menghadapi tantangan? Kemudian, ketika mereka itu tenaga kerja produktif, ini persoalan. Itulah kita didik mereka supaya banyak tahu, supaya cakap dan terampil, mental dan moralnya bagus,” kata mantan Bupati Malinau dua periode ini.

Untuk mewujudkan generasi emas Kaltara itu, lanjutnya, ada peran pemerintah provinsi, dan bupati/walikota. Yang harus bergerak bersama dengan kewenangan masing-masing.

“Misal, PAUD, TK, SD, SMP kewenangan bupati, maka gubernur pembina. Kenapa begitu? Karena keduanya punya kewenangan membina bidang pendidikan,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, soal kewenangan tidak perlu terlalu dipersoalkan. Karena menurutnya, mendidik anak-anak menjadi tanggung jawab seluruh pemerintahan.
“Seperti wajib belajar. Wajib belajar itu tujuannya untuk meningkatkan kualitas SDM,” jelas Yansen. (adpim)

Print Friendly, PDF & Email
Maksimalkan Penanganan Banjir, U-Ditch Bakal Dipasang di Jalan Dr Soetomo
Koper dan Kardus Misterius Ditinggalkan di Depan Polres Tarakan, Gegana Brimob Polda Kaltara Turun Tangan
Hijaukan pesisir Tarakan, Tanam 1000 Pohon Bakau untuk Pelestarian Lingkungan
Ducati has all the cards’ to win 2017 MotoGP title, says CEO
Masih Tahap Awal, 182 Berkas CPNS Dinyatakan Gagal
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Pemprov Salurkan Bantuan Beras Kepada Masyarakat Terdampak PPKM Level 4, Proses Realisasi Mencapai 40%
Next Article Pedagang Keluhkan Belum Masuknya Distribusi Pangan
6 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?