By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Penularan Kembali Tinggi, Sementara ASN Dilarang Ambil Cuti
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Penularan Kembali Tinggi, Sementara ASN Dilarang Ambil Cuti
PEMKOT TARAKAN

Penularan Kembali Tinggi, Sementara ASN Dilarang Ambil Cuti

Redaksi
Last updated: 2 Juli 2021 15:40
Redaksi
5 tahun ago
Share
SHARE

TARAKAN – Setelah sempat berstatus zona kuning, kini Tarakan kembali masuk dalam zona oranye akibat meningkatnya kasus penularan covid-19.

Saat dikonfirmasi, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 Tarakan, Khairul memastikan bahwa lonjakan kasus tersebut didominasi oleh pelaku perjalanan.

“Kebanyakan penularan dari aktivitas perjalanan, makanya saya intruksikan bagian organisasi pegawai untuk melarang cuti untuk saat ini,”ucapnya, (2/7).

Selain itu, pemkot Tarakan juga memperketat pengawasan perjalanan di Bandara dan Pelabuhan. Selain itu mengurangi perjalan kedinasan untuk meminimalisir penularan.

“Kalau melarang pesawat terbang tidak mungkin, jadi lebih ke meningkatkan pengawasannya. Kita targetkan dalam 2 pekan kita bisa kembali ke zona kuning,”jelasnya.

Kendati begitu, lonjakan kasus yang terjadi tidak mempengaruhi rencana pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahun ajaran baru 2021-2022. Sehingga ia berharap tidak ada kluster pada sekolah.

“Kita tetap waspada dan evaluasi karena belajar dari pengalaman sebelumnya. Kita melarang aktivitas ini akhirnya ada masalah baru lagi. Ekonomi kita sedang dalam proses kembali berkembang, jangan sampai perkembangan ini kembali runtuh karena adanya pelarangan aktivitas,”tegasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Balita Diduga Meninggal Akibat Gagal Ginjal Akut
Resmi Dilarang, Eks FPI Berganti Nama
Segera Tiba, Ini Kawasan Yang Bakal Dipasang PJUTS
Gempa Berkekuatan 4,4 Skala Richter Guncang Kota dan Sekitarnya
Bertemu Ketua DPRD Kaltim, Gubernur Kaltara Utarakan Niat Bangun Jalan Tol
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Sudah Melebihi Target, Pemkot Tarakan Berjanji Akan terus Menambah Sambungan Gratis
Next Article Hadiri Senam Pagi, Wagub Ucapkan Selamat Ulang Tahun Kepada Ketua TP-PKK
1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?