By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
UPNEWSUPNEWSUPNEWS
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
      • PEMPROV KALTARA
      • DINAS PERTANIAN PEMPROV KALTARA
    • DPR
      • DPRD TARAKAN
      • DPRD NUNUKAN
    • PEMKOT & PEMKAB
      • PEMKOT TARAKAN
      • PEMKAB BULUNGAN
      • PEMKAB NUNUKAN
      • PEMKAB MALINAU
      • PEMKAB TANA TIDUNG
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
Reading: Salam yang Tak Tersampaikan: Pesan yang Lebih Jelas Ketimbang Kata-Kata
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
UPNEWSUPNEWS
  • KALTARA
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB MALINAU
  • PEMKAB TANA TIDUNG
Search
  • BERANDA
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV
    • DPR
    • PEMKOT & PEMKAB
  • TEKNOLOGI
    • KEAMANAN SIBER
    • GADGET
  • HUKRIM
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • OPINI
  • RAGAM
    • PARLEMENTER
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
    • LIPUTAN KHUSUS
    • KULINER
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
Beranda » Blog » Salam yang Tak Tersampaikan: Pesan yang Lebih Jelas Ketimbang Kata-Kata
PEMKAB TANA TIDUNG

Salam yang Tak Tersampaikan: Pesan yang Lebih Jelas Ketimbang Kata-Kata

Redaksi
Last updated: 23 September 2024 16:52
Redaksi
2 tahun ago
Share
SHARE

Oleh: Muhammad Bambang

Ada momen kecil yang seringkali menggambarkan hal-hal besar. Sebuah salam yang tak bersambut, tangan yang terulur namun dibiarkan menggantung di udara. Inilah yang terjadi pada hari itu, di tengah euforia pengundian nomor urut Pilkada Tana Tidung. Ibrahim Ali, bupati yang masih menjabat dan kini maju untuk periode keduanya bersama Sabri, menyodorkan tangan dengan harapan akan ada satu jabat erat yang menjadi simbol kedewasaan. Lawannya, Said Agil, memilih untuk mengabaikannya.

Apa arti sebuah salam? Mungkin tidak banyak jika sekadar dipandang sebagai gestur, tetapi dalam konteks Pilkada yang melibatkan masa depan sebuah daerah, ia bisa menjadi refleksi dari karakter seorang pemimpin. Politik memang bukan sekadar adu gagasan, tapi juga adu etika. Di saat tangan Ibrahim Ali ingin menunjukkan bahwa perbedaan tidak harus memisahkan, justru muncul penolakan yang dingin.

Said Agil, dengan caranya sendiri, mungkin tidak merasa perlu melibatkan salam itu dalam narasi pertarungan politiknya. Mungkin baginya, politik adalah ruang di mana persaingan lebih penting daripada persahabatan. Namun, sikap ini meninggalkan pertanyaan yang lebih dalam. Bagaimana bisa seseorang yang tak mampu menyambut uluran tangan saingan, nantinya diharapkan bisa menyambut keluh kesah rakyatnya yang berbeda pandangan?

Jabatan tangan bukan sekadar formalitas. Ia adalah representasi dari cara kita memandang lawan bukan sebagai musuh, melainkan sebagai mitra dalam demokrasi. Dalam menolak sebuah salam, Said Agil mungkin telah mengajarkan kita satu hal: di Tana Tidung, bukan sekadar visi dan misi yang dipertaruhkan, tapi juga kematangan sikap di hadapan publik.

Ibrahim Ali, dengan sikapnya yang tetap tenang, tampaknya memahami bahwa politik tak melulu soal siapa yang paling keras berbicara atau siapa yang paling pandai menghindar. Terkadang, kekuatan ada pada kesediaan untuk menjabat tangan dan menyelesaikan perbedaan dengan martabat. Politik yang baik adalah politik yang bisa merangkul, bukan yang memisah-misahkan.

Dan di tengah riuh rendah kontestasi ini, salam yang tak tersampaikan justru mengirimkan pesan yang lebih jelas daripada kata-kata.

Print Friendly, PDF & Email
2 Februari 2021
Bapak Tiri Bejat.!! Cabuli Anak Tiri Umur 12 Tahun
Respon Intruksi Kementrian Istana, Pemprov Kaltara Wacanakan Bangun Sumber Energi Terbarukan Hydro Power
Dihalangi Kelompok Mengatasnamakan Masyarakat, Proses Sita Eksekusi PN Tarakan Tertunda
Peringati Nuzulul Qur’an, Zainal Paliwang Ajak Masyarakat Memegang Nilai-nilai Al-Quran Sebagai Pedoman
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Kaukus Kalimantan Sepakati Dukungan untuk Sultan Bachtiar Najamudin sebagai Pimpinan DPD RI 2024-2029
Next Article Bawaslu Kaltara: Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila, Demi Peningkatan Integritas Anggotanya Dalam Pengawasan Pilkada Kaltara
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPNEWSUPNEWS
© 2020 - 2025 - UPNEWS.CO.ID
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Terms of Condition
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?